بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu dan menciptakan darinya pasangannya. Dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kalian saling meminta dan kepada hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah pengawas atas kalian.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَاyaa ayyuhaa n-naasu ttaquu rabbakumu lladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wa-khalaqa minhaa zawjahaawahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu dan menciptakan darinya pasangannya
  2. وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءًwa-batstsa minhumaa rijaalan katsiiran wa-nisaa'andan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak
  3. وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَwa-ttaquu llaaha lladzii tasaa'aluuna bihi wa-l-arhaamadan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kalian saling meminta dan kepada hubungan kekeluargaan
  4. إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًاinna llaaha kaana 'alaykum raqiibansesungguhnya Allah pengawas atas kalian

Terjemahan per kata (29 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. النَّاسُn-naasumanusia
  4. اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
  5. رَبَّكُمُrabbakumuTuhan kalian
  6. الَّذِيlladziiyang
  7. خَلَقَكُمْkhalaqakummenciptakan kalian
  8. مِنْmindari
  9. نَفْسٍnafsinjiwa
  10. وَاحِدَةٍwaahidatinsatu
  11. وَخَلَقَwa-khalaqadan Dia menciptakan
  12. مِنْهَاminhaadarinya
  13. زَوْجَهَاzawjahaapasangannya
  14. وَبَثَّwa-batstsadan Dia menyebarkan
  15. مِنْهُمَاminhumaadari keduanya
  16. رِجَالًاrijaalanpara lelaki
  17. كَثِيرًاkatsiiranbanyak
  18. وَنِسَاءًwa-nisaa'andan perempuan
  19. وَاتَّقُواwa-ttaquudan jagalah diri dari
  20. اللَّهَllaahaAllah
  21. الَّذِيlladziiyang
  22. تَسَاءَلُونَtasaa'aluunakalian saling meminta
  23. بِهِbihidengan-Nya
  24. وَالْأَرْحَامَwa-l-arhaamadan hubungan kekerabatan
  25. إِنَّinnasesungguhnya
  26. اللَّهَllaahaAllah
  27. كَانَkaanaadalah
  28. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  29. رَقِيبًاraqiibanpengawas

Inti bacaan

Manusia diingatkan diciptakan 'dari diri yang satu' sebelum menjadi banyak laki-laki dan perempuan, kesatuan asal-usul mendahului keragaman gender/individu, sebuah dasar untuk kesetaraan martabat. Konkretnya: 'hubungan kekeluargaan' (arhaam) disandingkan langsung dengan takwa kepada Allah, menjaga silaturahmi bukan pelengkap opsional, melainkan bagian dari kesadaran spiritual inti yang disebut dalam napas yang sama.

Penjelasan pilihan kata

Basmalah pada arab ayat pertama mengikuti konvensi baku proyek, tidak dijadikan segmen terjemahan bertahap tersendiri. Tambahan kurung '(Adam)' dan '(Hawa)' tidak dipakai: nama-nama tersebut tidak eksplisit tertulis dalam ayat ini, konsisten disiplin anti-penyisipan sejarah. 'Wa-l-arhaama' diterjemahkan sebagai objek kedua dari verba 'bertakwalah' yang sama (struktur konjungsi Arab asli), bukan verba baru '(peliharalah)' seperti draf. 'Raqiiban' bentuk tak-bertakrif bertanwin disederhanakan mjd nomina tunggal 'pengawas', dari frasa ganda 'selalu menjaga dan mengawasi' pada draf.

Tafsiran

Ayat ini membuka surah dengan seruan takwa yang berlandaskan pengingatan asal-usul penciptaan manusia yang satu, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan.

Renungan dan Hikmah

  • Ada satu kebiasaan sehari-hari yang disebut ayat ini: Allah 'yang dengan nama-Nya kalian saling meminta'. Orang memakai nama-Nya untuk memperkuat permintaan kepada sesamanya, dan kebiasaan itu diperhatikan lalu diberi tuntutan takwa. Nama yang dipinjam untuk meyakinkan orang lain ternyata membawa kewajiban kepada Pemiliknya.
  • Surah yang isinya banyak mengatur keluarga dan warisan dibuka dengan 'wahai manusia', bukan sapaan kepada orang beriman saja. Yang diletakkan lebih dulu bukan aturannya, melainkan asal-usul yang sama bagi semua orang. Aturan tentang siapa mendapat apa menjadi masuk akal hanya sesudah jelas bahwa semuanya berasal dari satu tempat.
  • Ayat tentang hubungan kekeluargaan ini ditutup dengan menyebut Allah sebagai pengawas. Penempatannya tepat: rumah adalah ruang yang paling sedikit disaksikan orang luar, dan karena itu yang paling mudah menjadi tempat orang berlaku berbeda dari citranya. Yang menyaksikan di sana cuma satu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Tuhanmu” diterjemahkan “Tuhan kalian”; “menciptakanmu” diterjemahkan “menciptakan kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”. Dalam ayat ini, 'arhaam' bertakrif (memakai kata sandang al-). arhaam diterjemahkan 'rahim', jangkar konkret akar (organ pemberi penghidupan; KBBI rahim¹='kandungan' & rahim²='bersifat belas kasihan': Indonesia meminjam KEDUA sisi akar).