وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا
Berikanlah kepada anak-anak yatim harta mereka. Janganlah kalian menukar yang baik dengan yang buruk dan janganlah kalian makan harta mereka bersama harta kalian. Sesungguhnya itu adalah dosa yang besar.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْwa-aatuu l-yataamaa amwaalahumberikanlah kepada anak-anak yatim harta mereka
- وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِwa-laa tatabaddaluu l-khabiitsa bi-t-tayyibijanganlah kalian menukar yang baik dengan yang buruk
- وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْwa-laa ta'kuluu amwaalahum ilaa amwaalikumdan janganlah kalian makan harta mereka bersama harta kalian
- إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًاinnahu kaana huuban kabiiransesungguhnya itu adalah dosa yang besar
Catatan pilihan kata (ringkas)
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) passthrough; per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan pending. Lih.. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.
Aplikasi
Perintah 'jangan menukar yang baik dengan yang buruk' saat menyerahkan harta yatim mengandaikan godaan nyata: mengganti aset berkualitas milik yatim dengan yang lebih rendah nilainya sambil mengambil untung dari selisihnya. Konkretnya: mengelola harta yang dipercayakan (dana amal, warisan, aset yang dititipkan) menuntut integritas ekstra tepat karena pemiliknya tidak dalam posisi mengawasi, kejujuran diuji justru saat pengawasan lemah.