وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً ۚ فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا
Dan berikanlah kepada para perempuan mahar mereka sebagai pemberian yang rela; maka jika mereka merelakan kepada kalian sebagian darinya dengan senang hati, makanlah ia dengan senang dan lezat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةًwa-aatuu n-nisaa'a saduqaatihinna nihlatandan berikanlah kepada para perempuan mahar mereka sebagai pemberian yang rela
- فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًاfa-in tibna lakum an shay'in minhu nafsan fa-kuluuhu hanii'an marii'anmaka jika mereka merelakan kepada kalian sebagian darinya dengan senang hati, makanlah ia dengan senang dan lezat
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-t-y, n-s-w, s-d-q, n-h-l, t-y-b, sh-y-a, n-f-s, a-k-l, h-n-a, m-r-a): saduqaat diterjemahkan 'mahar', akar s-d-q (putaran 84: saduqaat seakar dgn 'benar'; mas kawin=pemberian yang MENYUNGGUHKAN ikatan). nihlah diterjemahkan 'pemberian yang rela'; tibna...nafsan diterjemahkan 'merelakan dengan senang hati'.
Aplikasi
Mahar disebut sebagai 'pemberian yang rela' (nihlah), bukan transaksi jual-beli, melainkan hadiah tulus yang menegaskan penghormatan. Konkretnya: memandang kewajiban finansial dalam pernikahan (mahar, nafkah) sebagai ekspresi penghormatan yang tulus, bukan beban administratif atau alat tawar-menawar, mengubah cara menjalankannya secara fundamental.