وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Dan hendaklah takut orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah, mereka khawatir terhadapnya; maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berkata dengan perkataan yang tepat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْwa-l-yakhsya lladziina law tarakuu min khalfihim dzurriyyatan dhi'aafan khaafuu 'alayhimdan hendaklah takut orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah, mereka khawatir terhadapnya
  2. فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًاfa-l-yattaquu llaaha wa-l-yaquuluu qawlan sadiidanmaka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berkata dengan perkataan yang tepat

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَلْيَخْشَwa-l-yakhsyadan hendaklah takut
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. لَوْlawsekiranya
  4. تَرَكُواtarakuumereka tinggalkan
  5. مِنْmindari
  6. خَلْفِهِمْkhalfihimbelakang mereka
  7. ذُرِّيَّةًdzurriyyatanketurunan
  8. ضِعَافًاdhi'aafanyang lemah
  9. خَافُواkhaafuumereka takut
  10. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  11. فَلْيَتَّقُواfa-l-yattaquumaka hendaklah mereka bertakwa
  12. اللَّهَllaahaAllah
  13. وَلْيَقُولُواwa-l-yaquuluudan hendaklah mereka berkata
  14. قَوْلًاqawlanperkataan
  15. سَدِيدًاsadiidanyang benar

Inti bacaan

Perintah 'hendaklah takut' bagi yang meninggalkan 'keturunan lemah' diarahkan sebagai empati proyektif, membayangkan bagaimana perasaan jika situasi serupa menimpa keturunan sendiri, sebagai dasar memperlakukan yatim orang lain dengan baik. Konkretnya: menggunakan empati proyektif ('bagaimana jika ini anak/keluargaku') sebagai metode etis untuk menentukan cara memperlakukan yang rentan adalah teknik konkret yang diajarkan ayat ini, bukan sekadar aturan abstrak.

Tafsiran

Ayat ini menyerukan kehati-hatian dalam mengurus wasiat dan harta anak yatim, dengan mengingatkan kekhawatiran wajar terhadap keturunan sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh mereka membayangkan keturunan mereka sendiri. Bukan memikirkan yatim itu. Jalan masuknya lewat kekhawatiran yang sudah ada di dada mereka.
  • Dua perintah menyusul: bertakwa, dan berkata perkataan yang benar. Berpasangan. Yang di dalam dada disebut bersama yang keluar dari mulut.
  • Allah memakai kata takut, bukan kasihan. Yang digerakkan rasa cemas. Kepedulian dibangun dari sesuatu yang paling mereka rasakan sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-sh-y, t-r-k, kh-l-f, dz-r-r, d-'-f, kh-w-f, w-q-y, a-l-h, q-w-l, s-d-d): qawlan sadiidan diterjemahkan 'perkataan yang tepat' (akar s-d-d: sadiid=tepat/lurus).