تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Itu adalah batas-batas Allah. Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang agung.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِtilka huduudu llaahiitu adalah batas-batas Allah
  2. وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَاwa-man yuthi'i llaaha wa-rasuulahu yudkhilhu jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaasiapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal di dalamnya
  3. وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُwa-dzaalika l-fawzu l-'azhiimudan itulah kemenangan yang agung

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. تِلْكَtilkaitulah
  2. حُدُودُhuduuduhukum-hukum
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. وَمَنْwa-mandan orang yang
  5. يُطِعِyuthi'imenaati
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
  8. يُدْخِلْهُyudkhilhumemasukkannya
  9. جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
  10. تَجْرِيtajriimengalir
  11. مِنْmindari
  12. تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
  13. الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
  14. خَالِدِينَkhaalidiinakekal
  15. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  16. وَذَٰلِكَwa-dzaalikadan itulah
  17. الْفَوْزُl-fawzukemenangan
  18. الْعَظِيمُl-'azhiimuMahaagung

Inti bacaan

Aturan warisan detail ini disebut 'batas-batas Allah' yang, jika ditaati, membawa 'kemenangan yang agung', pembagian harta yang tampak teknis dikaitkan dengan konsekuensi spiritual besar. Konkretnya: menaati sistem yang adil dan jelas (bahkan dalam hal-hal 'teknis' seperti pembagian harta) memiliki bobot moral yang serius, kepatuhan pada keadilan finansial bukan urusan sepele yang terpisah dari spiritualitas.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa aturan waris tersebut adalah batas ketetapan Allah, dengan balasan taman-taman abadi bagi yang menaatinya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut aturan pembagian itu batas-batas-Nya. Bukan anjuran. Pecahan dan bilangan diberi nama yang paling berat.
  • Yang disebut taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Berpasangan. Menaati hitungan warisan dinyatakan sebagai menaati keduanya.
  • Allah menutup dengan itulah kemenangan yang agung. Sesudah bicara pecahan harta. Yang terdengar sebagai urusan hitungan diberi ujung sebesar itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.