وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar batas-batas-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam neraka, kekal di dalamnya; dan baginya azab yang menghinakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَاwa-man ya'si llaaha wa-rasuulahu wa-yata'adda huduudahu yudkhilhu naaran khaalidan fiihaadan siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar batas-batas-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam neraka, kekal di dalamnya
  2. وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌwa-lahu adzaabun muhiinundan baginya azab yang menghinakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar '-s-y, a-l-h, r-s-l, '-d-w, h-d-d, d-kh-l, n-w-r, kh-l-d, '-dz-b, h-w-n): ya'si diterjemahkan 'mendurhakai'; yata'adda huduudah diterjemahkan 'melanggar batas-batas-Nya'; adhaab muhiin diterjemahkan 'azab yang menghinakan'. Selaras.

Aplikasi

Konsekuensi 'melanggar batas-batas' (bukan sekadar berbuat salah, tapi secara sengaja melampaui ketentuan yang jelas) menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap sistem keadilan yang sudah ditetapkan punya bobot lebih berat daripada kesalahan karena ketidaktahuan. Konkretnya: melanggar aturan pembagian yang sudah jelas dan disepakati (demi keuntungan sepihak) adalah pelanggaran yang disengaja, bukan kekeliruan, kesadaran akan perbedaan ini penting saat menilai keseriusan sebuah pelanggaran.