وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنْكُمْ فَآذُوهُمَا ۖ فَإِنْ تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَحِيمًا
Dan dua orang di antara kalian yang melakukannya, berilah hukuman kepada keduanya. Jika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah penyambut tobat lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنْكُمْ فَآذُوهُمَاwa-lladzaani ya'tiyaanihaa minkum fa-aadzuuhumaadan dua orang di antara kalian yang melakukannya, berilah hukuman kepada keduanya
- فَإِنْ تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَاfa-in taabaa wa-ashlahaa fa-a'ridhuu 'anhumaajika keduanya bertobat dan memperbaiki diri, biarkanlah mereka
- إِنَّ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَحِيمًاinna llaaha kaana tawwaaban rahiimansesungguhnya Allah penyambut tobat lagi pengasih
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَاللَّذَانِwa-lladzaanidan dua orang yang
- يَأْتِيَانِهَاya'tiyaanihaakeduanya melakukannya
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- فَآذُوهُمَاfa-aadzuuhumaamaka berilah keduanya hukuman
- فَإِنْfa-inmaka jika
- تَابَاtaabaakeduanya bertobat
- وَأَصْلَحَاwa-ashlahaadan keduanya memperbaiki diri
- فَأَعْرِضُواfa-a'ridhuumaka berpalinglah kalian
- عَنْهُمَا'anhumaadari keduanya
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- كَانَkaanaadalah
- تَوَّابًاtawwaabanpenerima tobat
- رَحِيمًاrahiimanpengasih
Inti bacaan
Bagi pelanggaran yang dilakukan berdua, respons yang dianjurkan setelah tobat dan perbaikan diri adalah 'biarkanlah mereka', bukan terus mengungkit atau mempermalukan setelah proses pemulihan genuine terjadi. Konkretnya: setelah seseorang benar-benar bertobat dan memperbaiki diri, melanjutkan untuk terus mengungkit kesalahan lama berlawanan dengan model yang diajarkan di sini, pemulihan sejati layak diberi ruang untuk benar-benar dimulai kembali.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(Jika ada)' dan '(perbuatan keji)' tidak dipakai.
Tafsiran
Ayat ini mengatur hukuman bagi kedua pelaku, dengan pembukaan pintu tobat jika mereka memperbaiki diri.
Renungan dan Hikmah
- Allah mensyaratkan dua hal untuk berhenti: bertobat dan memperbaiki diri. Bukan salah satunya. Pengakuan saja tak cukup tanpa perubahan.
- Perintah sesudahnya biarkanlah mereka. Bukan maafkanlah. Yang diminta berhenti mengurusi, dan itu lebih berat daripada memaafkan.
- Allah menutup dengan penyambut tobat lagi pengasih. Sesudah aturan hukuman. Yang menetapkan hukuman disebut juga Yang menunggu kembalinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Corpus: akar t-w-b di ayat ini. 'accepted his repentance' hanya berlabel (Jel) = tafsir Jalaalayn, bukan leksikal. utk manusia (2:222 at-tawwaabiin!) 'orang yang banyak bertobat'.