إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Sesungguhnya tobat itu hanyalah atas Allah bagi mereka yang melakukan keburukan karena kebodohan, kemudian mereka segera bertobat. Merekalah yang Allah sambut tobatnya. Allah berilmu lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍinnamaa t-tawbatu 'alaa llaahi li-lladziina ya'maluuna s-suu'a bi-jahaalatin tsumma yatuubuuna min qariibinsesungguhnya tobat itu hanyalah atas Allah bagi mereka yang melakukan keburukan karena kebodohan, kemudian mereka segera bertobat
  2. فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًاfa-ulaa'ika yatuubu llaahu 'alayhim wa-kaana llaahu 'aliiman hakiimanmerekalah yang Allah sambut tobatnya. Allah berilmu lagi penuh hikmah

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  2. التَّوْبَةُt-tawbatutobat
  3. عَلَى'alaaatas
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  6. يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
  7. السُّوءَs-suu'akeburukan
  8. بِجَهَالَةٍbi-jahaalatinkarena kebodohan
  9. ثُمَّtsummakemudian
  10. يَتُوبُونَyatuubuunamereka bertobat
  11. مِنْmindari
  12. قَرِيبٍqariibinyang dekat
  13. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  14. يَتُوبُyatuubumenyambut tobat
  15. اللَّهُllaahuAllah
  16. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  17. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  18. اللَّهُllaahuAllah
  19. عَلِيمًا'aliimanberilmu
  20. حَكِيمًاhakiimanbijaksana

Inti bacaan

Kriteria tobat yang disambut: keburukan dilakukan 'karena kebodohan' (bukan kesengajaan penuh) dan disusul pertobatan yang 'segera', bukan penundaan bertahun-tahun sebelum benar-benar berniat berubah. Konkretnya: menunda perbaikan diri setelah menyadari kesalahan mengurangi kualitas pertobatan itu sendiri, kesegeraan merespons kesadaran akan kesalahan adalah bagian penting dari proses pemulihan yang genuine.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(menyambut)' dan '(tanggungan)' tidak dipakai. 'Ulaa'ika' (jauh, jamak) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'merekalah': draf sudah tepat.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan syarat diterimanya tobat: dilakukan karena kelalaian, bukan kesengajaan, dan segera disesali.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tobat itu bagi yang berbuat keburukan karena kebodohan. Sebabnya disebutkan. Yang meringankan bukan kecilnya kesalahan, melainkan bahwa ia tak dilakukan dengan mata terbuka.
  • Syarat keduanya segera bertobat. Waktunya disebut. Yang menentukan bukan tobatnya saja, melainkan berapa lama ia ditunda.
  • Ayat ditutup dengan menyebut Dia berilmu lagi penuh hikmah. Sesudah menyebut syarat. Yang menilai apakah seseorang bodoh atau sengaja adalah Yang mengetahui isi dadanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain 'menerima tobat' diterjemahkan terjemahan ini 'menyambut tobat' (agensi aktif dipulihkan; crux 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu'). 'innamaa t-TAWBATU ALAa llaahi', tawbah dibebankan ATAS Allah (Dia mewajibkan diri-Nya menyambut); interpolasi terjemahan lain 'yang pasti diterima' DIBUANG. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.