يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mewarisi perempuan dengan paksa, dan janganlah kalian menyusahkan mereka untuk mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kalian berikan kepada mereka, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan pergaulilah mereka dengan patut; maka jika kalian tidak menyukai mereka, boleh jadi kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًاyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa yahillu lakum an taritsuu n-nisaa'a karhanwahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mewarisi perempuan dengan paksa
  2. وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍwa-laa ta'duluuhunna li-tadzhabuu bi-ba'di maa aataytumuuhunna illaa an ya'tiina bi-faahishatin mubayyinatindan janganlah kalian menyusahkan mereka untuk mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kalian berikan kepada mereka, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata
  3. وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًاwa-aashiruuhunna bi-l-ma'ruufi fa-in karihtumuuhunna fa-asaa an takrahuu shay'an wa-yaj'ala llaahu fiihi khayran katsiirandan pergaulilah mereka dengan patut; maka jika kalian tidak menyukai mereka, boleh jadi kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-m-n, h-l-l, w-r-ts, n-s-w, k-r-h, '-d-l, dz-h-b, b-'-d, a-t-y, f-h-sh, b-y-n, '-sh-r, '-r-f, '-s-y, sh-y-a, j-'-l, a-l-h, kh-y-r, k-ts-r): tarithuu n-nisaa'a karhan diterjemahkan 'mewarisi perempuan dengan PAKSA', akar k-r-h (putaran 62: karh=paksaan dari LUAR, jangkar 4:19); kariha diterjemahkan 'tidak menyukai'; laa yahillu diterjemahkan 'tidak halal' (akar h-l-l putaran 64); aashiruuhunna bi-l-ma'ruuf diterjemahkan 'pergaulilah dengan patut'..

Aplikasi

Larangan 'mewarisi perempuan dengan paksa' (praktik pra-Islam memperlakukan janda sebagai bagian harta warisan) disertai perintah 'pergaulilah mereka dengan patut' bahkan saat 'tidak menyukai', komitmen menjaga martabat pasangan tidak bergantung pada perasaan suka-tidak-suka sesaat. Konkretnya: menjaga perlakuan baik terhadap pasangan/mantan pasangan tidak boleh bergantung sepenuhnya pada perasaan sesaat, ada standar perilaku minimum (patut) yang tetap berlaku meski ketertarikan emosional berubah.