حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Diharamkan atas kalian ibu-ibu kalian, anak-anak perempuan kalian, saudara-saudara perempuan kalian, saudara-saudara perempuan ayah kalian, saudara-saudara perempuan ibu kalian, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki, dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan, ibu-ibu yang menyusui kalian, saudara-saudara perempuan sesusuan kalian, ibu-ibu istri kalian, anak-anak tiri perempuan kalian yang dalam pemeliharaan kalian dari istri-istri kalian yang telah kalian campuri; tetapi jika kalian belum mencampuri mereka, tidak berdosa bagi kalian. Dan istri-istri anak kandung kalian, dan menghimpun dua perempuan yang bersaudara sekaligus, kecuali apa yang telah lampau. Sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِhurrimat 'alaykum ummahaatukum wa-banaatukum wa-akhawaatukum wa-'ammaatukum wa-khaalaatukum wa-banaatu l-akhi wa-banaatu l-ukhtidiharamkan atas kalian ibu-ibu kalian, anak-anak perempuan kalian, saudara-saudara perempuan kalian, saudara-saudara perempuan ayah kalian, saudara-saudara perempuan ibu kalian, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki, dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan
  2. وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْwa-ummahaatukumu l-laatii ardha'nakum wa-akhawaatukum mina r-radhaa'ati wa-ummahaatu nisaa'ikumibu-ibu yang menyusui kalian, saudara-saudara perempuan sesusuan kalian, ibu-ibu istri kalian
  3. وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْwa-rabaa'ibukumu l-laatii fii hujuurikum min nisaa'ikumu l-laatii dakhaltum bihinna fa-in lam takuunuu dakhaltum bihinna fa-laa junaaha 'alaykumanak-anak tiri perempuan kalian yang dalam pemeliharaan kalian dari istri-istri kalian yang telah kalian campuri; tetapi jika kalian belum mencampuri mereka, tidak berdosa bagi kalian
  4. وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَwa-halaa'ilu abnaa'ikumu lladziina min ashlaabikum wa-an tajma'uu bayna l-ukhtayni illaa maa qad salafadan istri-istri anak kandung kalian, dan menghimpun dua perempuan yang bersaudara sekaligus, kecuali apa yang telah lampau
  5. إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًاinna llaaha kaana ghafuuran rahiimansesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (54 kata)

  1. حُرِّمَتْhurrimatdiharamkan
  2. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  3. أُمَّهَاتُكُمْummahaatukumibu-ibu kalian
  4. وَبَنَاتُكُمْwa-banaatukumdan anak-anak perempuan kalian
  5. وَأَخَوَاتُكُمْwa-akhawaatukumdan saudara-saudara perempuan kalian
  6. وَعَمَّاتُكُمْwa-'ammaatukumdan bibi-bibi kalian dari pihak bapak
  7. وَخَالَاتُكُمْwa-khaalaatukumdan bibi-bibi kalian dari pihak ibu
  8. وَبَنَاتُwa-banaatudan anak-anak perempuan
  9. الْأَخِl-akhisaudara
  10. وَبَنَاتُwa-banaatudan anak-anak perempuan
  11. الْأُخْتِl-ukhtisaudara perempuan
  12. وَأُمَّهَاتُكُمُwa-ummahaatukumudan ibu-ibu kalian
  13. اللَّاتِيllaatiiyang
  14. أَرْضَعْنَكُمْardha'nakummereka menyusui kalian
  15. وَأَخَوَاتُكُمْwa-akhawaatukumdan saudara-saudara perempuan kalian
  16. مِنَminadari
  17. الرَّضَاعَةِr-radhaa'atipenyusuan
  18. وَأُمَّهَاتُwa-ummahaatudan ibu-ibu
  19. نِسَائِكُمْnisaa'ikumistri-istri kalian
  20. وَرَبَائِبُكُمُwa-rabaa'ibukumudan anak-anak tiri kalian
  21. اللَّاتِيllaatiiyang
  22. فِيfiidalam
  23. حُجُورِكُمْhujuurikumpemeliharaan kalian
  24. مِنْmindari
  25. نِسَائِكُمُnisaa'ikumuistri-istri kalian
  26. اللَّاتِيllaatiiyang
  27. دَخَلْتُمْdakhaltumkalian masuk
  28. بِهِنَّbihinnakepada mereka
  29. فَإِنْfa-inmaka jika
  30. لَمْlamtidak
  31. تَكُونُواtakuunuukalian menjadi
  32. دَخَلْتُمْdakhaltumkalian masuk
  33. بِهِنَّbihinnakepada mereka
  34. فَلَاfa-laamaka tidak ada
  35. جُنَاحَjunaahadosa
  36. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  37. وَحَلَائِلُwa-halaa'iludan istri-istri
  38. أَبْنَائِكُمُabnaa'ikumuanak-anak kalian
  39. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  40. مِنْmindari
  41. أَصْلَابِكُمْashlaabikumtulang sulbi kalian
  42. وَأَنْwa-andan untuk
  43. تَجْمَعُواtajma'uukalian menghimpun
  44. بَيْنَbaynadi antara
  45. الْأُخْتَيْنِl-ukhtaynidua saudara perempuan
  46. إِلَّاillaakecuali
  47. مَاmaaapa yang
  48. قَدْqadsungguh
  49. سَلَفَsalafatelah lalu
  50. إِنَّinnasesungguhnya
  51. اللَّهَllaahaAllah
  52. كَانَkaanaadalah
  53. غَفُورًاghafuuranpengampun
  54. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Daftar panjang larangan pernikahan (mahram) mencakup hubungan darah, sesusuan, dan pernikahan, sebuah kerangka komprehensif yang melindungi struktur keluarga dari kebingungan relasi dan potensi eksploitasi. Konkretnya: kejelasan batas hubungan dalam keluarga besar (siapa yang boleh dan tidak boleh dinikahi) melindungi integritas struktur keluarga, kerangka yang jelas ini mencegah kekacauan relasional yang bisa merusak kepercayaan dalam keluarga besar.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(menikahi)', '(mertua)', '(anak tiri)', '(dan sudah kalian ceraikan)', '(menikahinya)', '(diharamkan bagi kalian)', '(menantu)', '(diharamkan pula)', '(dalam pernikahan)', dan '(kejadian pada masa)' seluruhnya dihapus: daftar larangan diterjemahkan langsung tanpa restitusi kata kerja/status berulang yang sudah tersirat dari struktur kalimat 'hurrimat alaykum' di awal ayat.

Tafsiran

Ayat ini merinci daftar lengkap kerabat yang haram dinikahi berdasarkan hubungan darah, sepersusuan, dan pernikahan.

Renungan dan Hikmah

  • Daftar panjang ini disebut Allah tanpa satu pun alasan yang menyertainya. Tidak dijelaskan mengapa masing-masing, tidak diberi pembenaran. Sebagian batas memang diberikan sebagai batas, dan menuntut alasan untuk setiap barisnya sudah merupakan cara lain untuk menawarnya.
  • Allah meletakkan hubungan sepersusuan dalam daftar yang sama dengan hubungan darah. Ikatan yang terbentuk lewat merawat disejajarkan dengan yang terbentuk lewat melahirkan. Yang membangun keluarga menurut ayat ini bukan cuma keturunan, melainkan juga apa yang pernah diberikan seseorang kepada bayi yang bukan anaknya.
  • Yang diberikan ayat ini kepastian, bukan anjuran. Setiap nama disebut, tak ada yang dibiarkan menggantung untuk ditafsirkan. Di dalam rumah, ketidakjelasan batas selalu merugikan pihak yang paling sedikit kuasanya untuk menolak, dan kejelasan inilah perlindungan yang sebenarnya diberikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.