يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
Allah hendak meringankan bagi kalian; dan manusia diciptakan lemah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْyuriidu llaahu an yukhaffifa 'ankumAllah hendak meringankan bagi kalian
- وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًاwa-khuliqa l-insaanu dha'iifandan manusia diciptakan lemah
Terjemahan per kata (8 kata)
- يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- أَنْanuntuk
- يُخَفِّفَyukhaffifameringankan
- عَنْكُمْ'ankumdari kalian
- وَخُلِقَwa-khuliqadan diciptakan
- الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
- ضَعِيفًاdha'iifanyang lemah
Inti bacaan
Pengakuan bahwa 'manusia diciptakan lemah' disandingkan dengan 'Allah hendak meringankan', kelemahan bukan aib yang harus disembunyikan, melainkan kondisi yang direspons dengan kelonggaran, bukan tuntutan berlebihan. Konkretnya: mengakui keterbatasan diri sendiri (fisik, emosional, kapasitas) bukan kegagalan, itu adalah kondisi manusiawi yang sudah diperhitungkan dalam kerangka tuntutan yang wajar, bukan standar sempurna tanpa kompromi.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa hukum-hukum tersebut dirancang meringankan, mengingat kelemahan bawaan manusia.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut manusia diciptakan lemah. Sejak dibuat. Kelemahannya bukan cacat, melainkan bagian dari rancangannya.
- Yang disebut Dia hendak meringankan. Bukan mempermudah. Aturannya diberi nama menurut maksudnya, bukan menurut isinya.
- Allah menyandingkan keringanan dengan kelemahan dalam satu ayat. Berdempetan. Yang satu jadi alasan bagi yang lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-w-d, a-l-h, kh-f-f, kh-l-q, a-n-s, d-'-f): yuriidu llaah diterjemahkan 'Allah hendak' (akar r-w-d putaran 67); yukhaffifa diterjemahkan 'meringankan'; khuliqa da'iifan diterjemahkan 'diciptakan lemah'. Selaras.