يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil, kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kalian. Dan janganlah kalian membunuh diri kalian. Sesungguhnya Allah pengasih kepada kalian.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa ta'kuluu amwaalakum baynakum bi-l-baathili illaa an takuuna tijaaratan 'an taraadhin minkumwahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil, kecuali berupa perniagaan atas dasar suka sama suka di antara kalian
- وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًاwa-laa taqtuluu anfusakum inna llaaha kaana bikum rahiimandan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah pengasih kepada kalian
Terjemahan per kata (24 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- لَاlaajanganlah
- تَأْكُلُواta'kuluukalian makan
- أَمْوَالَكُمْamwaalakumharta kalian
- بَيْنَكُمْbaynakumdi antara kalian
- بِالْبَاطِلِbi-l-baathilidengan kebatilan
- إِلَّاillaakecuali
- أَنْanbahwa
- تَكُونَtakuunamenjadi
- تِجَارَةًtijaaratanperniagaan
- عَنْ'andari
- تَرَاضٍtaraadhinkerelaan
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَقْتُلُواtaqtuluukalian membunuh
- أَنْفُسَكُمْanfusakumdiri kalian
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- كَانَkaanaadalah
- بِكُمْbikumkepada kalian
- رَحِيمًاrahiimanpengasih
Inti bacaan
Larangan memakan harta 'dengan cara batil' kecuali 'perniagaan atas dasar suka sama suka' menjadikan kerelaan bersama (bukan sekadar legalitas formal) sebagai penentu keabsahan transaksi ekonomi. Konkretnya: transaksi yang sah secara hukum tapi dilakukan lewat tekanan/manipulasi/ketidakseimbangan informasi (bukan kerelaan tulus kedua pihak) tetap masuk kategori 'batil' menurut kerangka ayat ini, kesetaraan kerelaan lebih penting daripada legalitas formal semata.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(tidak benar)' tidak dipakai: redundan dengan 'batil' yang sudah bermakna lengkap.
Tafsiran
Ayat ini melarang pengambilan harta secara tidak sah dan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun sesama.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebutnya harta sesama kalian, bukan harta mereka. Milik bersama. Memakan harta orang lain digambarkan sebagai memakan bagian dari diri sendiri.
- Kekecualiannya perniagaan atas dasar suka sama suka. Bukan sekadar sah bentuknya. Yang menghalalkan perpindahan harta adalah kerelaan kedua pihak.
- Allah menyandingkan larangan itu dengan jangan membunuh diri kalian. Dalam satu ayat. Mengambil harta orang dengan batil diletakkan sedekat itu dengan menghabisi nyawa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “sesamamu” diterjemahkan “sesama kalian”; “kamu.” diterjemahkan “kalian.”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “dirimu.” diterjemahkan “diri kalian.”; “Maha Penyayang kepadamu.” diterjemahkan “pengasih kepada kalian.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' indefinit (tanpa kata sandang). rahiim INDEFINIT diterjemahkan 'pengasih', sebutan indefinit tanpa 'Maha'; dasar: praktik terjemahan lain sendiri di 9:128 ('penyayang' POLOS utk Nabi).