الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Laki-laki adalah penanggung jawab atas perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Maka perempuan-perempuan saleh adalah yang taat dan menjaga diri ketika tidak ada, karena Allah telah menjaga. Dan perempuan-perempuan yang kalian khawatirkan sikap membangkangnya, nasihatilah mereka, pisahkanlah ranjang dengan mereka, dan berpisahlah dari mereka. Maka jika mereka menaati kalian, janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah tinggi lagi besar.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْar-rijaalu qawwaamuuna alaa n-nisaa'i bimaa faddala llaahu ba'dahum alaa ba'din wa-bimaa anfaquu min amwaalihimlaki-laki adalah penanggung jawab atas perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari hartanya
- فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُfa-s-saalihaatu qaanitaatun haafizhaatun li-l-ghaybi bimaa hafizha llaahumaka perempuan-perempuan saleh adalah yang taat dan menjaga diri ketika tidak ada, karena Allah telah menjaga
- وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّwa-l-laatii takhaafuuna nushuuzahunna fa-izhuuhunna wa-hjuruuhunna fii l-madaaji'i wa-dribuuhunnadan perempuan-perempuan yang kalian khawatirkan sikap membangkangnya, nasihatilah mereka, pisahkanlah ranjang dengan mereka, dan berpisahlah dari mereka
- فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًاfa-in ata'nakum fa-laa tabghuu alayhinna sabiilan inna llaaha kaana aliyyan kabiiranmaka jika mereka menaati kalian, janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka, sesungguhnya Allah tinggi lagi besar
Aplikasi
terjemahan ini membaca 'wa-dribuuhunna' BUKAN sebagai 'pukullah', melainkan 'berpisahlah/ambil jarak' (akar d-r-b memiliki makna luas termasuk 'pergi menjauh', selaras 4:101 'daraba fii al-ard'=bepergian), pembacaan yang didasarkan konsistensi internal dengan QS 30:21 yang menetapkan pernikahan berlandaskan kasih sayang dan ketenteraman, sesuatu yang bertentangan total dengan kekerasan fisik. Konkretnya: penyelesaian konflik rumah tangga menurut pembacaan ini adalah PROSES BERTAHAP, nasihat verbal, lalu pisah ranjang, lalu ambil jarak fisik/emosional, bukan eskalasi ke kekerasan; begitu pihak lain merespons ('menaati'), perintahnya tegas: 'jangan mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka', bukan melanjutkan hukuman setelah masalah reda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Terjemahan mainstream menafsirkan 'wa-dribuuhunna' sebagai 'pukullah mereka'. Penafsiran ini memicu pembenaran kekerasan fisik dalam rumah tangga. Allah menetapkan bahwa hubungan pernikahan harus berlandaskan kasih sayang dan ketenteraman (QS 30:21). Perintah fisik memukul istri sangat kontradiktif dengan asas ini. Alur penyelesaian masalah nushuuz adalah penahapan damai: nasihat verbal -> pisah ranjang -> tindakan isolasi/ambil jarak fisik (darb) -> mediasi keluarga (QS 4:35). sebagian penerjemah: 'Men are responsible for women by what God has favoured one of them over another, and by what they spend of their wealth; and the righteous women are humbly obedient, keeping unseen what God keeps. And those from whom you fear contempt: admonish them; and leave them in beds apart; and strike them. But if they obey you, then seek not a path against them; God is exalted and great.' Akar d-r-b memiliki spektrum makna yang sangat luas di Al-Quran (misalnya: pergi berjalan, membuat perumpamaan, menutup telinga). Makna 'pergi menjauh/meninggalkan/berpisah' selaras dengan ungkapan 'daraba fii al-ard' (QS 4:101).