الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا
Orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir, serta menyembunyikan apa yang Allah anugerahkan kepada mereka dari karunia-Nya; dan Kami sediakan bagi orang-orang yang kafir azab yang menghinakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِalladziina yabkhaluuna wa-ya'muruuna n-naasa bi-l-bukhli wa-yaktumuuna maa aataahumu llaahu min fadhlihiorang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir, serta menyembunyikan apa yang Allah anugerahkan kepada mereka dari karunia-Nya
- وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًاwa-a'tadnaa li-l-kaafiriina 'adzaaban muhiinandan Kami sediakan bagi orang-orang yang kafir azab yang menghinakan
Terjemahan per kata (15 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- يَبْخَلُونَyabkhaluunamereka kikir
- وَيَأْمُرُونَwa-ya'muruunadan mereka menyuruh
- النَّاسَn-naasamanusia
- بِالْبُخْلِbi-l-bukhlidengan kekikiran
- وَيَكْتُمُونَwa-yaktumuunadan mereka menyembunyikan
- مَاmaaapa yang
- آتَاهُمُaataahumumemberi mereka
- اللَّهُllaahuAllah
- مِنْmindari
- فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
- وَأَعْتَدْنَاwa-a'tadnaadan Kami menyediakan
- لِلْكَافِرِينَli-l-kaafiriinabagi orang-orang yang kufur
- عَذَابًا'adzaabanazab
- مُهِينًاmuhiinanyang menghinakan
Inti bacaan
Kekikiran dikaitkan langsung dengan 'menyembunyikan apa yang Allah anugerahkan', pelit bukan sekadar soal keputusan finansial pribadi, melainkan menutup-nutupi karunia yang seharusnya mengalir. Konkretnya: kikir yang disertai upaya menyembunyikan kemampuan/kelebihan sendiri (agar tak diminta membantu) adalah pola yang dikritik di sini, transparansi tentang kemampuan diri, disertai kesediaan berbagi, adalah lawan dari pola yang dikutuk.
Tafsiran
Ayat ini merinci ciri orang yang tidak dicintai Allah: kikir, menyuruh kikir, dan menyembunyikan karunia.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga lapis: kikir, menyuruh kikir, dan menyembunyikan karunia. Bertingkat. Yang di tangan sendiri disebut bersama yang ditularkan ke orang lain.
- Yang ketiga menyembunyikan apa yang Allah anugerahkan. Bukan menahannya. Yang dipersoalkan berpura-pura tak punya.
- Allah menyebut azabnya menghinakan. Bukan pedih. Yang menahan demi menjaga muka justru kehilangan mukanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-kh-l, a-m-r, n-w-s, k-t-m, a-t-y, a-l-h, f-d-l, '-t-d, k-f-r, '-dz-b, h-w-n): yabkhaluuna wa-ya'muruuna n-naasa bi-l-bukhl diterjemahkan 'kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir', akar b-kh-l (putaran 121/S4-115: rumus IDENTIK dgn 57:24; yang dicela bukan hanya menahan, melainkan MENYURUH menahan); yaktumuun diterjemahkan 'menyembunyikan' (akar k-t-m putaran 122); kaafiriin diterjemahkan 'orang-orang yang ingkar'.