وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

Dan orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena ingin dilihat manusia, dan tidak beriman kepada Allah maupun Hari Akhir; dan siapa yang setan menjadi temannya, maka seburuk-buruk teman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِwa-lladziina yunfiquuna amwaalahum ri'aa'a n-naasi wa-laa yu'minuuna bi-llaahi wa-laa bi-l-yawmi l-aakhiridan orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena ingin dilihat manusia, dan tidak beriman kepada Allah maupun Hari Akhir
  2. وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًاwa-man yakuni sy-syaythaanu lahu qariinan fa-saa'a qariinandan siapa yang setan menjadi temannya, maka seburuk-buruk teman

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  2. يُنْفِقُونَyunfiquunamenginfakkan
  3. أَمْوَالَهُمْamwaalahumharta mereka
  4. رِئَاءَri'aa'apamer
  5. النَّاسِn-naasimanusia
  6. وَلَاwa-laadan tidak pula
  7. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  8. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  9. وَلَاwa-laadan tidak pula
  10. بِالْيَوْمِbi-l-yawmipada hari
  11. الْآخِرِl-aakhiriakhir
  12. وَمَنْwa-mandan orang yang
  13. يَكُنِyakuniadalah
  14. الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
  15. لَهُlahubaginya
  16. قَرِينًاqariinanpendamping
  17. فَسَاءَfa-saa'amaka seburuk-buruk
  18. قَرِينًاqariinanpendamping

Inti bacaan

Infak 'karena ingin dilihat manusia' disandingkan dengan ketidakpercayaan pada Allah dan Hari Akhir, riya dalam kedermawanan bukan sekadar cacat kecil, melainkan indikator ketiadaan iman yang mendasarinya. Konkretnya: memeriksa motif di balik kedermawanan publik, jika semata untuk pengakuan sosial tanpa kesadaran spiritual yang mendasarinya, nilai perbuatan itu berkurang drastis menurut kerangka ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan ciri lain: kedermawanan yang dipamerkan tanpa keimanan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyandingkan riya dengan ketidakpercayaan. Bukan dua perkara terpisah. Yang satu menandai yang lain.
  • Yang dinilai bukan besarnya infak. Hartanya keluar juga. Yang dipersoalkan untuk siapa dikeluarkan.
  • Temannya disebut Allah di ujung kalimat. Yang menemani menentukan arah. Seburuk-buruk teman, kata ayat ini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-f-q, m-w-l, r-a-y, n-w-s, a-m-n, a-l-h, y-w-m, a-kh-r, k-w-n, sh-t-n, q-r-n, s-w-a): ri'aa'a n-naas diterjemahkan 'ingin dilihat manusia'; yunfiquun diterjemahkan 'menafkahkan' (akar n-f-q putaran 86); qariin diterjemahkan 'teman'.