وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ آمَنُوا بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللَّهُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًا
Apa ruginya bagi mereka seandainya mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir serta menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan Allah berilmu tentang mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَاذَا عَلَيْهِمْ لَوْ آمَنُوا بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقَهُمُ اللَّهُwa-maadzaa alayhim law aamanuu billaahi wa-l-yawmi l-aakhiri wa-anfaquu mimmaa razaqahumu llaahuapa ruginya bagi mereka seandainya mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir serta menginfakkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka
- وَكَانَ اللَّهُ بِهِمْ عَلِيمًاwa-kaana llaahu bihim aliimandan Allah berilmu tentang mereka
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih.. sebagian penerjemah: 'And how would it harm them1 if they believed in2 God and the Last Day, and spent of what God has provided them?
Aplikasi
Pertanyaan retoris 'apa ruginya jika mereka beriman dan berinfak' menyoroti bahwa penolakan terhadap iman dan kedermawanan sebenarnya tidak memberikan keuntungan nyata bagi penolaknya, sebuah tantangan logis terhadap keengganan tanpa alasan jelas. Konkretnya: saat menghadapi keengganan berbuat baik (diri sendiri maupun orang lain), pertanyaan sederhana 'apa sebenarnya kerugian dari melakukan ini?' sering mengungkap bahwa penolakan itu tidak berdasar pada perhitungan rasional, melainkan kemalasan atau kekikiran semata.