فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا

Maka bagaimana jika Kami mendatangkan dari setiap umat seorang saksi, dan Kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka ini?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍfa-kayfa idzaa ji'naa min kulli ummatin bi-syahiidinmaka bagaimana jika Kami mendatangkan dari setiap umat seorang saksi
  2. وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًاwa-ji'naa bika 'alaa haa'ulaa'i syahiidandan Kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka ini

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
  2. إِذَاidzaaapabila
  3. جِئْنَاji'naaKami datangkan
  4. مِنْmindari
  5. كُلِّkullisegala
  6. أُمَّةٍummatinumat
  7. بِشَهِيدٍbi-syahiidinsaksi
  8. وَجِئْنَاwa-ji'naadan Kami mendatangkan
  9. بِكَbikakepada-Mu
  10. عَلَىٰ'alaaatas
  11. هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
  12. شَهِيدًاsyahiidansaksi

Inti bacaan

Gambaran hari ketika setiap umat dihadirkan saksinya sendiri menekankan akuntabilitas yang terstruktur per komunitas, bukan penghakiman massal tanpa pembeda, melainkan proses yang mempertimbangkan konteks masing-masing kelompok. Konkretnya: menilai suatu komunitas/kelompok idealnya mempertimbangkan konteks dan bukti spesifik mereka, bukan generalisasi kasar yang mengabaikan nuansa antar-kelompok.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan skenario pengadilan akhir dengan saksi dari setiap umat, termasuk kesaksian Nabi atas umatnya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menghadirkan saksi untuk tiap umat, bukan satu saksi untuk semua. Tiap kelompok punya yang menyaksikannya sendiri. Perkaranya tidak disatukan.
  • Kalimatnya berupa andai, bukan pemberitahuan. Bagaimana jika. Yang ditanya diajak membayangkan lebih dahulu.
  • Nabi disebut Allah sebagai saksi atas mereka ini. Yang menyampaikan juga yang bersaksi. Tugasnya tidak berhenti saat pesan habis disampaikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-y-f, j-y-a, k-l-l, a-m-m, sh-h-d): shahiid diterjemahkan 'saksi'. Selaras.