أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا

Mereka itulah yang dilaknat Allah; dan siapa yang dilaknat Allah, engkau tidak akan mendapati baginya penolong.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُulaa'ika lladziina la'anahumu llaahumereka itulah yang dilaknat Allah
  2. وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًاwa-man yal'ani llaahu fa-lan tajida lahu nasiirandan siapa yang dilaknat Allah, engkau tidak akan mendapati baginya penolong
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar l-'-n, a-l-h, w-j-d, n-s-r): la'anahumu llaah diterjemahkan 'dilaknat Allah'; nasiir diterjemahkan 'penolong'. Selaras.

Aplikasi

Konsekuensi tegas: yang dilaknat Allah 'tidak akan mendapati penolong', menekankan bahwa sumber pertolongan sejati pada akhirnya bergantung pada hubungan dengan sumber yang lebih besar, bukan jaringan sosial semata. Konkretnya: membangun fondasi integritas yang kokoh (bukan hanya jaringan koneksi sosial) adalah investasi jangka panjang yang lebih dapat diandalkan saat menghadapi krisis besar.