أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا

Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah menganugerahkan kerajaan yang agung kepada mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِam yahsuduuna n-naasa 'alaa maa aataahumu llaahu min fadhlihiataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadanya
  2. فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًاfa-qad aataynaa aala ibraahiima l-kitaaba wa-l-hikmata wa-aataynaahum mulkan 'azhiimansungguh, Kami telah menganugerahkan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah menganugerahkan kerajaan yang agung kepada mereka

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. أَمْamatau
  2. يَحْسُدُونَyahsuduunamereka mendengki
  3. النَّاسَn-naasamanusia
  4. عَلَىٰ'alaaatas
  5. مَاmaaapa yang
  6. آتَاهُمُaataahumumemberi mereka
  7. اللَّهُllaahuAllah
  8. مِنْmindari
  9. فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
  10. فَقَدْfa-qadmaka sungguh
  11. آتَيْنَاaataynaaKami memberikan
  12. آلَaalakeluarga
  13. إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
  14. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  15. وَالْحِكْمَةَwa-l-hikmatadan hikmah
  16. وَآتَيْنَاهُمْwa-aataynaahumdan Kami memberi mereka
  17. مُلْكًاmulkankerajaan
  18. عَظِيمًا'azhiimanyang besar

Inti bacaan

Kedengkian terhadap karunia orang lain dijawab dengan mengingatkan bahwa keluarga Ibrahim pun diberi 'kitab, hikmah, dan kerajaan agung', karunia besar bukan hal baru atau tidak adil, melainkan pola yang sudah ada sejak lama pada mereka yang layak. Konkretnya: alih-alih dengki pada keberhasilan orang lain, mengingat bahwa karunia besar diberikan pada siapa pun yang Allah kehendaki (bukan monopoli kelompok tertentu) membantu melepaskan kecemburuan yang tidak produktif.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(kekuasaan)' tidak dipakai: redundan dengan 'kerajaan' yang sudah bermakna lengkap.

Tafsiran

Ayat ini menyoroti kedengkian mereka terhadap karunia yang justru pernah dianugerahkan kepada leluhur mereka sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya apakah mereka dengki karena karunia yang dianugerahkan kepadanya. Yang ditunjuk perasaannya. Penolakan yang dibungkus alasan diberi nama yang sebenarnya.
  • Allah mengingatkan Dia menganugerahkan kitab, hikmah, dan kerajaan kepada keluarga Ibrahim. Nenek moyang mereka sendiri. Yang mereka keberatkan sekarang sudah pernah mereka terima dahulu.
  • Perkaranya bukan siapa yang lebih pantas, melainkan siapa yang berhak memberi. Yang membagi tidak bisa digugat oleh yang tidak kebagian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).