إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kalian tetapkan secara adil. Sesungguhnya sebaik-baik pengajaran Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah mendengar lagi melihat.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَاinna llaaha ya'murukum an tu'adduu l-amaanaati ilaa ahlihaasesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanah kepada pemiliknya
- وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِwa-idzaa hakamtum bayna n-naasi an tahkumuu bi-l-'adlidan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kalian tetapkan secara adil
- إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًاinna llaaha ni'immaa ya'izhukum bihi inna llaaha kaana samii'an bashiiransesungguhnya sebaik-baik pengajaran Allah kepada kalian, sesungguhnya Allah mendengar lagi melihat
Terjemahan per kata (25 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- يَأْمُرُكُمْya'murukummemerintahkan kalian
- أَنْanuntuk
- تُؤَدُّواtu'adduukalian menyampaikan
- الْأَمَانَاتِl-amaanaatiamanat
- إِلَىٰilaakepada
- أَهْلِهَاahlihaapenduduknya
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- حَكَمْتُمْhakamtumkalian memutuskan
- بَيْنَbaynadi antara
- النَّاسِn-naasimanusia
- أَنْanuntuk
- تَحْكُمُواtahkumuukalian memutuskan
- بِالْعَدْلِbi-l-'adlidengan adil
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- نِعِمَّاni'immaasebaik-baik
- يَعِظُكُمْya'izhukummenasihati kalian
- بِهِbihidengannya
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- كَانَkaanaadalah
- سَمِيعًاsamii'anmendengar
- بَصِيرًاbashiiranmelihat
Inti bacaan
Dua perintah disatukan: menyampaikan amanah kepada pemiliknya dan menetapkan hukum secara adil, kejujuran personal (memegang amanah) dan keadilan publik (menghakimi) ditempatkan sebagai satu paket kewajiban yang saling terkait. Konkretnya: integritas personal (menjaga amanah) dan integritas publik (bersikap adil saat punya wewenang menilai/memutuskan) bukan dua hal terpisah, keduanya berasal dari sumber karakter yang sama dan perlu dijaga bersamaan.
Penjelasan pilihan kata
'Ni'immaa' (bentuk pujian pola ni'ma) diterjemahkan langsung 'sebaik-baik pengajaran', bukan 'memberi pengajaran yang paling baik' pada draf, mengikuti struktur eksklamatif Arab lebih literal.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan dua kewajiban utama: menunaikan amanah dan menegakkan keadilan dalam menghakimi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut menyampaikan amanah lebih dahulu, baru menetapkan hukum dengan adil. Urutannya begitu. Keadilan di ruang keputusan berdiri di atas kejujuran dalam perkara sehari-hari.
- Amanah itu Dia sebut disampaikan kepada pemiliknya. Bukan kepada yang paling pantas menurut penilaian kita. Hak orang tidak berpindah karena penilaian orang lain atas dirinya.
- Allah menutup dengan menyebut diri-Nya mendengar lagi melihat. Dua indera, sesudah bicara amanah dan keputusan. Yang paling mudah disalahgunakan dalam gelap diletakkan di bawah dua sifat yang tidak mengenal gelap.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).