يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta pemegang urusan di antara kalian. Maka jika kalian berselisih tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Itu lebih baik dan lebih bagus akibatnya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْyaa ayyuhaa lladziina aamanuu athii'uu llaaha wa-athii'uu r-rasuula wa-ulii l-amri minkumwahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta pemegang urusan di antara kalian
  2. فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِfa-in tanaaza'tum fii syay'in fa-rudduuhu ilaa llaahi wa-r-rasuuli in kuntum tu'minuuna bi-llaahi wa-l-yawmi l-aakhirimaka jika kalian berselisih tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir
  3. ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًاdzaalika khayrun wa-ahsanu ta'wiilanitu lebih baik dan lebih bagus akibatnya

Terjemahan per kata (29 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. أَطِيعُواathii'uutaatilah
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. وَأَطِيعُواwa-athii'uudan taatlah
  8. الرَّسُولَr-rasuulaRasul
  9. وَأُولِيwa-uliidan orang-orang yang mempunyai
  10. الْأَمْرِl-amriurusan
  11. مِنْكُمْminkumdari kalian
  12. فَإِنْfa-inmaka jika
  13. تَنَازَعْتُمْtanaaza'tumkalian berselisih
  14. فِيfiitentang
  15. شَيْءٍsyay'insesuatu
  16. فَرُدُّوهُfa-rudduuhumaka kembalikanlah ia
  17. إِلَىilaakepada
  18. اللَّهِllaahiAllah
  19. وَالرَّسُولِwa-r-rasuulidan Rasul
  20. إِنْinjika
  21. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  22. تُؤْمِنُونَtu'minuunakalian beriman
  23. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  24. وَالْيَوْمِwa-l-yawmidan hari
  25. الْآخِرِl-aakhiriakhir
  26. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  27. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  28. وَأَحْسَنُwa-ahsanudan lebih baik
  29. تَأْوِيلًاta'wiilankesudahan

Inti bacaan

Kepatuhan terarah pada Allah, rasul, dan pemegang urusan, tetapi rujukan sengketa terbatas pada dua yang pertama; penilaian akhirnya melihat muara perbuatan.

Penjelasan pilihan kata

Terjemahan ayat ini bertumpu pada lima rangkaian. Rangkaian (أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ, athii'uu llaaha wa-athii'uu r-rasuula) yang berarti "taatilah Allah dan taatilah Rasul" menyebut dua pihak yang masing-masing mendapat kata kerja taat sendiri. Rangkaian (وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ, wa-ulii l-amri minkum) yang berarti "serta pemegang urusan di antara kalian" menyebut pihak ketiga tanpa kata kerja sendiri. Kata (تَنَازَعْتُمْ, tanaaza'tum) yang berarti "kalian berselisih" membuka kalimat kedua, lalu (فَرُدُّوهُ, fa-rudduuhu) yang berarti "maka kembalikanlah" menyebut perintahnya, dan (تَأْوِيلًا, ta'wiilan) yang berarti "akibat" menutup ayat.

Kata kerja (أَطِيعُوا, athii'uu) yang berarti "taatilah" diulang untuk Allah dan untuk Rasul di 4:59, 5:92, 24:54, 47:33, dan 64:12, sedangkan di ayat ini pihak ketiga masuk lewat huruf wa saja. Rangkaian (أُولِي الْأَمْرِ, ulii l-amri) hanya ada di dua ayat di seluruh Al-Qur'an, yaitu 4:59 dan 4:83, dan di 4:83 tidak ada kata kerja taat sama sekali.

Kata (أُولِي, ulii) berarti "yang mempunyai" dan kata (الْأَمْرِ, l-amri) berarti "urusan", sehingga terjemahannya "pemegang urusan". Rangkaian ini tidak membawa kata jabatan. Konteks 4:83 memperlihatkan jenis urusan yang dimaksud di sana: kalimat itu berbicara tentang (أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ, amrun mina l-amni awi l-khawfi) yang berarti "suatu berita tentang keamanan atau ketakutan", yang disebarkan orang sebelum diperiksa. Seandainya berita itu dikembalikan, kalimat itu berlanjut dengan (رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ, radduuhu ilaa r-rasuuli wa-ilaa ulii l-amri minhum) yang berarti "mereka kembalikan kepada Rasul dan pemegang urusan di antara mereka". Perbedaannya dengan 4:59 terlihat pada huruf ilaa: di 4:83 huruf itu diulang untuk Rasul dan untuk pemegang urusan, sedangkan di 4:59 ilaa ditulis sekali untuk Allah dan Rasul.

Kata (تَنَازَعْتُمْ, tanaaza'tum) berakar ن-ز-ع, berbentuk kata kerja pola keenam, lampau, orang kedua jamak. Bentuk persis ini ada di 3:152, 4:59, dan 8:43. Di 3:152 dan 8:43 objeknya (فِي الْأَمْرِ, fii l-amri) yang berarti "dalam urusan itu", sedangkan di 4:59 objeknya (فِي شَيْءٍ, fii syay'in) yang berarti "tentang sesuatu", yang lebih luas.

Kata (فَرُدُّوهُ, fa-rudduuhu) hanya ada di 4:59, dan tujuan pengembaliannya ditulis (إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ, ilaa llaahi wa-r-rasuuli), rangkaian yang persis hanya ada di sini. Rangkaian yang dekat ada di 24:48 dan 24:51, (إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ, ilaa llaahi wa-rasuulihi li-yahkuma baynahum) yang berarti "kepada Allah dan Rasul-Nya agar memutuskan di antara mereka", dan di 4:61 serta 5:104, (تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ, ta'aalaw ilaa maa anzala llaahu wa-ilaa r-rasuuli) yang berarti "marilah kepada apa yang diturunkan Allah dan kepada Rasul". Di 4:65 yang disapa disebut sebagai tempat orang bertahkim, (حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ, hattaa yuhakkimuuka fiimaa syajara baynahum) yang berarti "hingga mereka bertahkim kepadamu dalam perkara yang diperselisihkan di antara mereka".

Kata (تَأْوِيلًا, ta'wiilan) berakar أ-و-ل dan diterjemahkan "akibat". Rangkaian (ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا, dzaalika khayrun wa-ahsanu ta'wiilan) hanya ada di 4:59 dan 17:35. Di 17:35 rangkaian itu menutup perintah menyempurnakan takaran dan menimbang dengan lurus, sehingga artinya di sana terbaca sebagai hasil akhir dari sebuah perbuatan. Untuk mimpi di 12:100, kata yang berdekatan dengannya, (تَأْوِيلُ, ta'wiilu), diterjemahkan "takwil".

Rangkaian (إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ, in kuntum tu'minuuna bi-llaahi wa-l-yawmi l-aakhiri) yang berarti "jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir" hanya ada di 4:59 dan 24:2, dan di keduanya rangkaian itu menjadi syarat bagi perintah yang baru saja disebut.

Tafsiran

Ayat ini memuat dua kalimat yang berbeda tugasnya. Kalimat pertama menyebut kepada siapa ketaatan diberikan, dan kalimat kedua menyebut ke mana perselisihan dibawa. Keduanya tidak sama susunannya. Ketaatan disebut untuk tiga pihak dengan dua kata kerja, sedangkan tujuan pengembalian perselisihan hanya dua pihak, yaitu Allah dan Rasul. Pemegang urusan tidak muncul di kalimat kedua.

Pemegang urusan disebut "di antara kalian", sehingga mereka termasuk orang-orang yang bisa berselisih. Ayat tidak menyebut mereka sebagai tempat kembali, dan 4:83 memperlihatkan peran mereka yang lain: kabar tentang keamanan atau ketakutan dikembalikan kepada Rasul dan pemegang urusan, supaya orang yang menggali kebenarannya dapat mengetahuinya. Kedua ayat menyebut dua tujuan yang berbeda: di 4:59 perselisihan dikembalikan kepada Allah dan Rasul, dan di 4:83 kabar yang beredar dikembalikan kepada Rasul dan pemegang urusan.

Ayat tidak merinci wujud mengembalikan itu. Kalimat-kalimat paralel memperlihatkan dua wujud. Pertama, mendatangi yang disapa agar memutuskan, seperti di 24:48 dan 4:65. Kedua, mendatangi apa yang diturunkan, seperti di 4:61 dan 5:104, yang menyebut apa yang diturunkan Allah dan Rasul sebagai satu ajakan. Bagi pembaca yang tidak sezaman dengan rasul yang disapa, ayat ini sendiri tidak menjelaskan bagaimana pengembalian itu dilakukan, dan pertanyaan itu tidak dijawab di sini.

Letak ayat dalam surah menambah bobotnya. Ayat sebelumnya, 4:58, memerintahkan menyampaikan amanah dan menetapkan hukum dengan adil, dan ayat sesudahnya, 4:60, membicarakan orang yang hendak bertahkim kepada tagut. Dengan demikian 4:59 berada di tengah pembicaraan tentang memutuskan perkara, dan rujukan yang ditunjuknya berfungsi untuk memutuskan perkara.

Penutupnya menimbang cara menyelesaikan perselisihan dari akibatnya. Frasa yang sama menutup 17:35 setelah perintah menimbang dengan lurus, sehingga kedua ayat memakai ukuran yang sama, yaitu ke mana sebuah perbuatan berujung.

Renungan dan Hikmah

  • Kata taatilah diulang untuk Allah dan untuk Rasul, sedangkan pemegang urusan masuk tanpa kata kerjanya sendiri. Selisih sekecil satu kata kerja memberi pembaca satu cara membaca ketaatan kepada manusia: sebagai ketaatan yang menempel pada yang sudah disebut dan tidak berdiri sebagai ketaatan ketiga. Ayat sendiri tidak menyatakannya, tetapi kata kerja taat memang tidak diulang untuk pemegang urusan. Orang yang pernah bekerja di bawah banyak atasan tahu bahwa kalimat yang memberi tempat sekaligus membatasi itu jarang ada, dan ayat ini mengerjakannya hanya dengan menghilangkan satu pengulangan.
  • Kalimat kedua ayat ini menyediakan jalan untuk saat orang berselisih, dan kata jika di awalnya menyebut kemungkinan perselisihan di antara orang beriman. Urutan kalimatnya dapat dibaca sebagai perhatian pada hari ketika kesepakatan hilang; itu pembacaan atas urutannya, dan ayat tidak menyatakan maksud tersebut. Keluarga, kantor, dan perkumpulan yang menulis cara menyelesaikan perselisihan sebelum perselisihan pertama datang biasanya tidak harus membuat aturan itu di tengah pertengkaran.
  • Pemegang urusan disebut sebagai bagian dari kalian, sehingga mereka sendiri bisa menjadi pihak yang berselisih. Tempat kembali yang disebut ayat ini berada di atas mereka, yaitu Allah dan Rasul. Siapa pun yang pernah memegang kewenangan lalu diperselisihkan oleh orang-orang yang dipimpinnya mengenal kenyamanan sekaligus keberatan dari susunan seperti itu: kewenangan diakui, dan pemegangnya sendiri tetap punya tempat bertanya.
  • Perintah mengembalikan perkara diikat dengan syarat jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Syarat itu menguji keimanan, dan cara orang menyelesaikan perselisihan dijadikan ukuran atas hal yang lebih dalam darinya. Dua orang yang sama-sama berselisih dengan sopan dapat dibedakan oleh ke mana mereka membawa perselisihan itu, dan ayat ini menyebut tujuan itu dengan jelas sehingga pembaca tidak perlu menebaknya.
  • Penutup ayat menimbang cara penyelesaian dari akibatnya: lebih baik dan lebih bagus akibatnya. Ukuran seperti itu bekerja pada tempo yang panjang. Perselisihan yang diselesaikan dengan kemenangan cepat bisa tampak berhasil pada hari itu, dan ayat ini mengajak pembaca bertanya ke mana penyelesaian itu berujung, sebagaimana 17:35 menutup perintah menimbang dengan ukuran yang sama. Ke mana penyelesaian terakhir yang kita pilih akan berujung?
  • Di 4:83 pengembalian disebut dalam urusan kabar: kabar tentang keamanan atau ketakutan disebarkan sebelum diperiksa, dan kalimat itu menyatakan bahwa seandainya kabar itu dikembalikan lebih dulu, orang yang dapat menggalinya akan mengetahuinya. Pembaca yang hidup di antara banyak kabar yang berpindah tangan dalam hitungan menit mengenal godaan menyebarkan sebelum memeriksa, dan dua ayat ini sama-sama menaruh jeda di antara menerima dan meneruskan, yaitu jeda yang cukup untuk bertanya kepada pihak yang memang dapat menjawab.