يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta pemegang urusan di antara kalian. Maka jika kalian berselisih tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Itu lebih baik dan lebih bagus akibatnya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْyaa ayyuhaa lladziina aamanuu atii'uu llaaha wa-atii'uu r-rasuula wa-ulii l-amri minkumwahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta pemegang urusan di antara kalian
  2. فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِfa-in tanaaza'tum fii shay'in fa-rudduuhu ilaa llaahi wa-r-rasuuli in kuntum tu'minuuna billaahi wa-l-yawmi l-aakhirimaka jika kalian berselisih tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul, jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir
  3. ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًاdzaalika khayrun wa-ahsanu ta'wiilanitu lebih baik dan lebih bagus akibatnya
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-m-n, t-w-', a-l-h, r-s-l, a-w-l, a-m-r, n-z-', sh-y-a, r-d-d, k-w-n, y-w-m, a-kh-r, kh-y-r, h-s-n): AYAT INTI (putaran 55/S2-007). uluu l-amr diterjemahkan dipertahankan, BUKAN 'pemegang kekuasaan' (terjemahan lain): akar akar a-m-r tidak memuat lemma *amiir* sama sekali, uluu l-amr='yang mengurus PERKARA', bukan gelar jabatan. Struktur ayat MEMBATASI dirinya: perselisihan dikembalikan ke Allah & Rasul, MELEWATI uluu l-amr. ⚠ terjemahan lain menyisipkan '(sunahnya)' pada 'Rasul', TIDAK diikuti: teks berkata 'ilaa llaahi wa-r-rasuul', bukan ke sunnah (bandingkan putaran 57: sunnah tak pernah dinisbatkan ke Nabi). atii'uu diterjemahkan 'taatilah' (akar t-w-' putaran 58); ta'wiil diterjemahkan 'akibat/hasil'.

Aplikasi

Struktur otoritas berlapis (Allah, Rasul, 'uluu l-amr', pemegang urusan) disertai mekanisme jelas saat terjadi perselisihan: 'kembalikanlah kepada Allah dan Rasul', sistem yang menyediakan rujukan akhir yang jelas, bukan otoritas yang berdiri sendiri tanpa batas. Konkretnya: dalam struktur otoritas apa pun (organisasi, keluarga, masyarakat), memiliki mekanisme jelas untuk menyelesaikan perselisihan dengan merujuk pada prinsip yang lebih tinggi (bukan sekadar kekuasaan yang menang) mencegah otoritas menjadi sewenang-wenang.