فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا

Maka bagaimana jika musibah menimpa mereka karena apa yang tangan mereka dahulukan? Kemudian mereka datang kepadamu, bersumpah demi Allah, “Kami tidak menghendaki selain kebaikan dan keselarasan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْfa-kayfa idzaa ashaabat-hum mushiibatun bi-maa qaddamat aydiihimmaka bagaimana jika musibah menimpa mereka karena apa yang tangan mereka dahulukan
  2. ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًاtsumma jaa'uuka yahlifuuna bi-llaahi in aradnaa illaa ihsaanan wa-tawfiiqankemudian mereka datang kepadamu, bersumpah demi Allah, kami tidak menghendaki selain kebaikan dan keselarasan

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
  2. إِذَاidzaaapabila
  3. أَصَابَتْهُمْashaabat-hummenimpa mereka
  4. مُصِيبَةٌmushiibatunmusibah
  5. بِمَاbi-maakarena apa yang
  6. قَدَّمَتْqaddamatmengirimkan lebih dulu
  7. أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
  8. ثُمَّtsummakemudian
  9. جَاءُوكَjaa'uukamereka mendatangimu
  10. يَحْلِفُونَyahlifuunamereka bersumpah
  11. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  12. إِنْinjika
  13. أَرَدْنَاaradnaaKami menghendaki
  14. إِلَّاillaakecuali
  15. إِحْسَانًاihsaananberbuat baik
  16. وَتَوْفِيقًاwa-tawfiiqandan taufik

Inti bacaan

Pola munafik: bersumpah 'demi Allah' bahwa niat mereka murni kebaikan, tepat setelah tindakan mereka sendiri membawa musibah, klaim niat baik yang bertentangan dengan bukti nyata dari tindakan mereka. Konkretnya: klaim niat baik yang diucapkan setelah dampak buruk sudah terjadi (terutama disertai sumpah berlebihan untuk meyakinkan) layak dicermati kritis, tindakan nyata lebih jujur daripada pembelaan verbal pasca-fakta.

Penjelasan pilihan kata

Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, ditandai susunan sumpah 'yahlifuuna billaahi' yang diikuti isi sumpah langsung.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan pembelaan diri orang munafik dengan sumpah palsu setelah tertimpa akibat perbuatan mereka sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut musibah itu karena apa yang tangan mereka dahulukan. Sebabnya perbuatan sendiri. Yang datang bukan kesialan yang tak berpangkal.
  • Sesudah tertimpa, mereka datang bersumpah demi Allah. Bukan sebelum. Yang mendorong mereka menghadap bukan kesadaran, melainkan akibat yang sudah terasa.
  • Allah merekam sumpah mereka: kami tidak menghendaki selain kebaikan dan keselarasan. Niat yang tak bisa diperiksa. Yang dipakai membela diri justru satu-satunya hal yang tak bisa dibantah siapa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-y-f, s-w-b, q-d-m, y-d-y, j-y-a, h-l-f, a-l-h, r-w-d, h-s-n, w-f-q): musiibah diterjemahkan 'musibah'; aradnaa diterjemahkan 'menghendaki' (akar r-w-d putaran 67); ihsaan wa-tawfiiq diterjemahkan 'kebaikan dan keselarasan'. gloss '(orang munafik)' dibuang.