أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ قَوْلًا بَلِيغًا
Mereka itulah orang-orang yang Allah ketahui apa yang ada di dalam hatinya. Oleh karena itu, berpalinglah dari mereka, nasihatilah mereka, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْulaa'ika lladziina ya'lamu llaahu maa fii quluubihimmereka itulah orang-orang yang Allah ketahui apa yang ada di dalam hatinya
- فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ قَوْلًا بَلِيغًاfa-a'ridh 'anhum wa-'izhhum wa-qul lahum fii anfusihim qawlan baliighanoleh karena itu, berpalinglah dari mereka, nasihatilah mereka, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya
Terjemahan per kata (16 kata)
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- اللَّهُllaahuAllah
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidalam
- قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
- فَأَعْرِضْfa-a'ridhmaka berpalinglah
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- وَعِظْهُمْwa-'izhhumdan nasihatilah mereka
- وَقُلْwa-quldan katakanlah
- لَهُمْlahumkepada mereka
- فِيfiidalam
- أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
- قَوْلًاqawlanperkataan
- بَلِيغًاbaliighanyang membekas
Inti bacaan
Respons yang dianjurkan terhadap kemunafikan yang sudah diketahui Allah: bukan pembalasan keras, melainkan 'berpalinglah, nasihatilah, katakanlah perkataan yang membekas', pendekatan yang tetap mengupayakan perubahan lewat kata-kata bermakna, bukan langsung menghukum. Konkretnya: menghadapi ketidaktulusan orang lain (yang sudah cukup jelas) tetap membuka ruang untuk nasihat yang tulus dan berbekas, bukan langsung memutus hubungan atau membalas dengan kekerasan verbal.
Penjelasan pilihan kata
'Ulaa'ika' (jauh, jamak) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'mereka itulah': draf sudah tepat. Verba 'qul' pada 'wa-qul lahum...qawlan baliighan' tidak memperkenalkan kutipan langsung (tidak ada ucapan spesifik yang mengikuti), melainkan mendeskripsikan tindakan berbicara secara umum, sehingga tidak diberi tanda kutip.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa kemunafikan tersembunyi tetap diketahui Allah, dan memerintahkan pendekatan bijak dalam menghadapinya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyatakan mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka, lalu memerintahkan berpaling, menasihati, dan berkata dengan perkataan yang membekas. Yang diketahui tidak dijadikan alasan membongkar. Mengetahui keburukan seseorang dan memutuskan apa yang dikerjakan dengan pengetahuan itu adalah dua hal yang berbeda.
- Yang diperintahkan Allah berpaling, menasihati, dan berkata yang membekas. Tak satu pun berupa hukuman. Terhadap orang yang jelas-jelas bermuka dua, yang diminta tetap sesuatu yang masih membuka kemungkinan ia berubah.
- Yang diminta bukan perkataan yang benar saja, melainkan yang membekas. Kebenaran yang disampaikan tanpa sampai ke dalam sudah kehilangan sebagian tugasnya. Memilih kalimat yang tepat untuk orang tertentu bagian dari menyampaikan, bukan tambahan yang boleh diabaikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).