وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Seandainya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah penyambut tobat lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِwa-maa arsalnaa min rasuulin illaa li-yuthaa'a bi-idzni llaahiKami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah
  2. وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًاwa-law annahum idz zhalamuu anfusahum jaa'uuka fa-staghfaruu llaaha wa-staghfara lahumu r-rasuulu la-wajaduu llaaha tawwaaban rahiimanseandainya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah penyambut tobat lagi pengasih

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. مِنْmindari
  4. رَسُولٍrasuulinrasul
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. لِيُطَاعَli-yuthaa'aagar ditaati
  7. بِإِذْنِbi-idznidengan izin
  8. اللَّهِllaahiAllah
  9. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  10. أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
  11. إِذْidzketika
  12. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  13. أَنْفُسَهُمْanfusahumdiri mereka sendiri
  14. جَاءُوكَjaa'uukamereka mendatangimu
  15. فَاسْتَغْفَرُواfa-staghfaruumaka mereka memohon ampun
  16. اللَّهَllaahaAllah
  17. وَاسْتَغْفَرَwa-staghfaradan ia memohon ampun
  18. لَهُمُlahumubagi mereka
  19. الرَّسُولُr-rasuuluRasul
  20. لَوَجَدُواla-wajaduutentu mereka menemukan
  21. اللَّهَllaahaAllah
  22. تَوَّابًاtawwaabanpenerima tobat
  23. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Rasul diutus 'untuk ditaati' namun ayat langsung menawarkan jalan pemulihan bagi yang telah menzalimi diri sendiri, otoritas kenabian disertai kesediaan menerima kembali yang bersalah, bukan sekadar tuntutan kepatuhan tanpa ruang kesalahan. Konkretnya: kepemimpinan yang sehat menggabungkan otoritas yang jelas dengan jalur pemulihan yang nyata bagi yang pernah salah, bukan sekadar tuntutan sempurna tanpa toleransi kesalahan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(orang-orang munafik)' dan '(Nabi Muhammad)' tidak dipakai.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa pintu tobat tetap terbuka bagi orang yang menzalimi diri sendiri, asalkan datang dengan tulus memohon ampunan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia tidak mengutus rasul kecuali untuk ditaati dengan izin-Nya. Kata izin-Nya disisipkan. Ketaatan kepada utusan bersumber dari yang mengutusnya.
  • Allah menyebut seandainya mereka datang lalu memohon ampunan. Pintu itu masih ada. Yang sudah menzalimi diri sendiri tetap diberi jalan pulang.
  • Allah menambahkan Rasul juga memohonkan ampunan bagi mereka. Dua permohonan. Yang mereka zalimi ternyata ikut memintakan bagi mereka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Corpus: akar t-w-b di ayat ini. 'accepted his repentance' hanya berlabel (Jel) = tafsir Jalaalayn, bukan leksikal. utk manusia (2:222 at-tawwaabiin!) 'orang yang banyak bertobat'.