وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Seandainya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah penyambut tobat lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِwa-maa arsalnaa min rasuulin illaa li-yutaa'a bi-idzni llaahiKami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah
- وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًاwa-law annahum idz zhalamuu anfusahum jaa'uuka fa-staghfaruu llaaha wa-staghfara lahumu r-rasuulu la-wajaduu llaaha tawwaaban rahiimanseandainya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah penyambut tobat lagi pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Lih.. sebagian penerjemah: 'And We sent any messenger only that he1 be obeyed by the leave of God. And had they, when they wronged their souls, come to thee and asked forgiveness of God, and the Messenger had asked forgiveness for them, they would have found God accepting of repentance and merciful.' Corpus: akar akar t-w-b di ayat ini.
Aplikasi
Rasul diutus 'untuk ditaati' namun ayat langsung menawarkan jalan pemulihan bagi yang telah menzalimi diri sendiri, otoritas kenabian disertai kesediaan menerima kembali yang bersalah, bukan sekadar tuntutan kepatuhan tanpa ruang kesalahan. Konkretnya: kepemimpinan yang sehat menggabungkan otoritas yang jelas dengan jalur pemulihan yang nyata bagi yang pernah salah, bukan sekadar tuntutan sempurna tanpa toleransi kesalahan.