فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga bertahkim kepadamu dalam perkara yang diperselisihkan di antara mereka. Kemudian tidak ada keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka berserah diri dengan keberserahan penuh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْfa-laa wa-rabbika laa yu'minuuna hattaa yuhakkimuuka fiimaa syajara baynahumdemi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga bertahkim kepadamu dalam perkara yang diperselisihkan di antara mereka
  2. ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًاtsumma laa yajiduu fii anfusihim harajan mimmaa qadhayta wa-yusallimuu tasliimankemudian tidak ada keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka berserah diri dengan keberserahan penuh

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. فَلَاfa-laamaka
  2. وَرَبِّكَwa-rabbikadan Tuhanmu
  3. لَاlaatidak
  4. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  5. حَتَّىٰhattaasampai
  6. يُحَكِّمُوكَyuhakkimuukamereka menjadikanmu hakim
  7. فِيمَاfiimaapada apa yang
  8. شَجَرَsyajaraterjadi perselisihan
  9. بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
  10. ثُمَّtsummakemudian
  11. لَاlaatidak
  12. يَجِدُواyajiduumereka mendapati
  13. فِيfiidalam
  14. أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
  15. حَرَجًاharajankesempitan
  16. مِمَّاmimmaadari apa yang
  17. قَضَيْتَqadhaytaengkau putuskan
  18. وَيُسَلِّمُواwa-yusallimuudan mereka menerima
  19. تَسْلِيمًاtasliimandengan penyerahan

Inti bacaan

Standar keimanan yang ditetapkan tegas: bukan sekadar percaya, tetapi 'tidak ada keberatan dalam diri mereka' terhadap putusan yang diberikan, penerimaan yang tulus dari hati, bukan kepatuhan formal yang menyimpan kekesalan tersembunyi. Konkretnya: menerima keputusan/otoritas yang sah idealnya disertai ketulusan batin (bukan sekadar kepatuhan luar yang menyimpan dendam), kualitas penerimaan diukur dari ketiadaan keberatan tersembunyi, bukan sekadar tidak melawan secara terbuka.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(Nabi Muhammad)' tidak dipakai.

Tafsiran

Ayat penutup segmen ini menegaskan syarat keimanan sejati: penerimaan penuh terhadap putusan Nabi tanpa keberatan batin.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bersumpah demi Tuhanmu sebelum menyatakan syaratnya. Penegasan di depan. Yang disampaikan bukan anjuran, melainkan batas iman itu sendiri.
  • Yang Dia tuntut tiga: bertahkim kepadamu, tak ada keberatan dalam diri, dan menerima sepenuhnya. Bertingkat ke dalam. Yang terakhir tak bisa diperiksa siapa pun kecuali pemiliknya.
  • Tingkat keduanya menyangkut perasaan, bukan perbuatan. Menerima putusan sambil dongkol disebut belum cukup. Yang diminta bukan kepatuhan, melainkan kelegaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

makna tunduk/berserah, bukan sapaan. Diselesaikan ke sisi keberserahan jangkar akar s-l-m: tasliim di sini = penyerahan penuh (menerima putusan tanpa keberatan hati). Konsisten dgn islaam=berserah. 'yusallimuu tasliimaa' (verba sallama + maf'ul mutlak tasliim), akar s-l-m. KASUS PERBATASAN: cabang sallama biasanya 'memberi salam', TAPI di sini jelas 'tunduk/berserah sepenuhnya' pada putusan Nabi (konteks tahkim).