فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga bertahkim kepadamu dalam perkara yang diperselisihkan di antara mereka. Kemudian tidak ada keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka berserah diri dengan keberserahan penuh.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْfa-laa wa-rabbika laa yu'minuuna hattaa yuhakkimuuka fiimaa shajara baynahumdemi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga bertahkim kepadamu dalam perkara yang diperselisihkan di antara mereka
- ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًاtsumma laa yajiduu fii anfusihim harajan mimmaa qadayta wa-yusallimuu tasliimankemudian tidak ada keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka berserah diri dengan keberserahan penuh
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain: 'mereka terima dengan sepenuhnya', makna tunduk/berserah, bukan sapaan. Diselesaikan ke sisi keberserahan jangkar akar s-l-m: tasliim di sini = penyerahan penuh (menerima putusan tanpa keberatan hati). Konsisten dgn islaam=berserah. Lih.. sebagian penerjemah: 'But no, by thy Lord, they do not believe until they make thee judge in what arises between them, then find in their souls no distress at what thou decidest, and submit fully!' 'yusallimuu tasliimaa' (verba sallama + maf'ul mutlak tasliim), akar akar s-l-m. KASUS PERBATASAN: cabang sallama biasanya 'memberi salam', TAPI di sini jelas 'tunduk/berserah sepenuhnya' pada putusan Nabi (konteks tahkim).
Aplikasi
Standar keimanan yang ditetapkan tegas: bukan sekadar percaya, tetapi 'tidak ada keberatan dalam diri mereka' terhadap putusan yang diberikan, penerimaan yang tulus dari hati, bukan kepatuhan formal yang menyimpan kekesalan tersembunyi. Konkretnya: menerima keputusan/otoritas yang sah idealnya disertai ketulusan batin (bukan sekadar kepatuhan luar yang menyimpan dendam), kualitas penerimaan diukur dari ketiadaan keberatan tersembunyi, bukan sekadar tidak melawan secara terbuka.