وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًا

Jika demikian, pasti Kami anugerahkan kepada mereka dari sisi Kami pahala yang agung,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًاwa-idzan la-aataynaahum min ladunnaa ajran 'azhiimanjika demikian, pasti Kami anugerahkan kepada mereka dari sisi Kami pahala yang agung

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَإِذًاwa-idzandan kalau begitu
  2. لَآتَيْنَاهُمْla-aataynaahumsungguh Kami akan memberi mereka
  3. مِنْmindari
  4. لَدُنَّاladunnaasisi Kami
  5. أَجْرًاajranupah
  6. عَظِيمًا'azhiimanyang besar

Inti bacaan

Pahala 'agung dari sisi Kami' dijanjikan bagi ketaatan yang konsisten, bukan sekadar simbolis, melainkan disebut langsung berasal 'dari sisi' Allah sendiri, penekanan personal atas sumber balasan. Konkretnya: konsistensi kecil dalam ketaatan (bukan gerakan besar sesekali) yang dijanjikan pahala besar, nilai bukan diukur dari skala tindakan, melainkan dari konsistensi menjalankannya.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(halnya)' tidak dipakai.

Tafsiran

Ayat ini menjanjikan pahala besar bagi mereka yang sanggup melaksanakan perintah berat tersebut.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut asal pahalanya, bukan cuma besarnya. Dari sisi Kami. Sumbernya ditegaskan sebelum ukurannya.
  • Kalimatnya berandai: jika demikian. Yang dijanjikan belum tentu terjadi. Syaratnya ada di ayat sebelumnya.
  • Pahala itu disebut Allah agung tanpa dirinci. Tak ada daftar isinya. Ukurannya dibiarkan tak terbayangkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.