Ayat 4:71

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا

Wahai orang-orang yang beriman, ambillah kewaspadaan kalian, lalu majulah secara berkelompok atau majulah bersama-sama.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًاyaa ayyuhaa lladziina aamanuu khudzuu hidzrakum fa-nfiruu tsubaatin awi nfiruu jamii'anwahai orang-orang yang beriman, ambillah kewaspadaan kalian, lalu majulah secara berkelompok atau majulah bersama-sama
Aplikasi

Perintah 'ambillah kewaspadaan' sebelum maju (baik berkelompok atau bersama-sama) menunjukkan bahwa kesiapsiagaan adalah prasyarat tindakan, bukan formalitas yang bisa dilewati. Konkretnya: sebelum mengambil langkah besar/berisiko (dalam konteks apa pun), persiapan dan kewaspadaan yang matang adalah langkah pertama yang tidak boleh dilewati, baik bertindak sendiri atau berkelompok, kesiapan tetap prasyarat.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, a-kh-dz, h-dz-r, n-f-r, ts-b-y, j-m-'): khudhuu hidhrakum diterjemahkan 'ambillah kewaspadaan'; infiruu diterjemahkan 'majulah'. gloss dibuang. Selaras.

Ayat 4:72

وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًا

Dan sesungguhnya di antara kalian ada yang sangat memperlambat diri; maka jika musibah menimpa kalian, ia berkata, “Sungguh Allah telah menganugerahi nikmat kepadaku karena aku tidak bersama mereka.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّwa-inna minkum la-man la-yubatti'annadan sesungguhnya di antara kalian ada yang sangat memperlambat diri
  2. فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًاfa-in asaabatkum musiibatun qaala qad an'ama llaahu alayya idz lam akun ma'ahum shahiidanmaka jika musibah menimpa kalian, ia berkata, sungguh Allah telah menganugerahi nikmat kepadaku karena aku tidak bersama mereka
Aplikasi

Sikap oportunis: 'sangat memperlambat diri' saat berbahaya, lalu mengklaim bersyukur 'tidak bersama mereka' saat musibah menimpa yang lain, pengecut yang membingkai penghindaran sebagai nikmat, bukan pengakuan ketakutan. Konkretnya: waspadai kecenderungan membingkai penghindaran tanggung jawab sebagai 'keberuntungan', kejujuran mengakui rasa takut lebih sehat daripada menyamarkannya sebagai nikmat yang disyukuri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-t-a, s-w-b, q-w-l, n-'-m, a-l-h, k-w-n, sh-h-d): la-yubatti'anna diterjemahkan 'sangat memperlambat diri'; musiibah diterjemahkan 'musibah'. gloss '(ke medan pertempuran)' dibuang.

Ayat 4:73

وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا

Sungguh, jika kalian mendapat karunia dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan rasa sayang antara kalian dengan dia, “Aduhai, sekiranya aku dahulu bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌwa-la-in asaabakum fadlun mina llaahi la-yaquulanna ka-an lam takun baynakum wa-baynahu mawaddatunsungguh, jika kalian mendapat karunia dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan rasa sayang antara kalian dengan dia
  2. يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًاyaa laytanii kuntu ma'ahum fa-afuuza fawzan azhiimanaduhai, sekiranya aku dahulu bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung
Aplikasi

Kontras dengan 4:72: yang sama juga mengklaim seolah tak pernah ada 'hubungan rasa sayang' saat orang lain mendapat kemenangan, lalu menyesal tidak ikut serta, inkonsistensi sikap yang mengungkap motif sebenarnya (ingin untung tanpa risiko). Konkretnya: mengenali pola orang (atau diri sendiri) yang hanya ingin berbagi keuntungan tanpa pernah menanggung risiko, kesetiaan sejati diukur dari kehadiran saat sulit, bukan hanya saat menguntungkan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

verba wadda (cabang 'ingin') = pemakaian diteruskan terjemahan lain; kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; lih. kerangka utk dua-cabang akar. Konvensi wdd: waduud diterjemahkan 'penyayang' (takrif 'Sang Penyayang' 85:14); mawaddah/wudd diterjemahkan 'rasa sayang'; yuwaadduuna diterjemahkan 'saling menyayangi'; wadda (ingin) diterjemahkan pemakaian diteruskan (cabang keinginan); Wadd 71:23=nama. Registri kolisi kasih: pengasih=rahiim, penyayang=waduud, iba=ra'uuf, rahmat=rahmah, cinta=h-b-b (belum dibedah), sayang=w-d-d. habiib, sadiiq)'; verba wadda juga = 'ingin' (cabang keinginan; KBBI 'mawadah' n Ar: 'kasih sayang yang disertai KEINGINAN KUAT, kedekatan, dan keterikatan yang mendalam').

Ayat 4:74

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۚ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Oleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat berperang di jalan Allah! Siapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِfa-l-yuqaatil fii sabiili llaahi lladziina yashruuna l-hayaata d-dunyaa bi-l-aakhiratioleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat berperang di jalan Allah
  2. وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًاwa-man yuqaatil fii sabiili llaahi fa-yuqtal aw yaghlib fa-sawfa nu'tiihi ajran azhiimansiapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan, niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang agung
Aplikasi

Perintah tegas kepada yang 'membeli kehidupan dunia dengan akhirat' untuk berperang menegaskan bahwa keputusan besar (dalam hidup, bukan hanya perang) menuntut kejelasan prioritas, memilih nilai jangka panjang di atas kenyamanan sesaat. Konkretnya: keputusan berat yang menuntut pengorbanan (karier, kenyamanan, keamanan) demi prinsip yang lebih besar adalah pilihan yang menuntut kejelasan tentang apa yang sebenarnya lebih dihargai, kesenangan sesaat atau nilai jangka panjang.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.

Ayat 4:75

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا

Dan mengapa kalian tidak berperang di jalan Allah, serta membela orang-orang yang tertindas dari kalangan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang berkata, “Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim, dan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang pelindung, dan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang penolong”?

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِwa-maa lakum laa tuqaatiluuna fii sabiili llaahi wa-l-mustad'afiina mina r-rijaali wa-n-nisaa'i wa-l-wildaanidan mengapa kalian tidak berperang di jalan Allah, serta membela orang-orang yang tertindas dari kalangan laki-laki, perempuan, dan anak-anak
  2. الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَاalladziina yaquuluuna rabbanaa akhrijnaa min haadzihi l-qaryati zh-zhaalimi ahluhaayang berkata, Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim
  3. وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًاwa-j'al lanaa min ladunka waliyyan wa-j'al lanaa min ladunka nasiirandan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang pelindung, dan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang penolong
Aplikasi

Pertanyaan retoris 'mengapa kalian tidak berperang. demi yang tertindas' menempatkan pembelaan terhadap yang lemah (laki-laki, perempuan, anak-anak) sebagai motivasi utama, bukan sekadar loyalitas kelompok atau kepentingan politik. Konkretnya: memperjuangkan keadilan bagi yang tertindas (bukan sekadar membela kelompok sendiri) adalah motivasi yang secara eksplisit ditegaskan sebagai alasan sah untuk bertindak tegas, solidaritas dengan yang lemah melampaui batas kelompok.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-t-l, s-b-l, a-l-h, d-'-f, r-j-l, n-s-w, w-l-d, q-w-l, r-b-b, kh-r-j, q-r-y, zh-l-m, a-h-l, j-'-l, l-d-n, w-l-y, n-s-r): mustad'afiin diterjemahkan 'orang-orang yang tertindas'; walii/nasiir diterjemahkan 'pelindung/penolong'. PENTING: gloss terjemahan lain '(Makkah)' pada 'negeri ini' DIBUANG, teks berkata 'haadhihi l-qaryah' (negeri ini), tanpa nama.