Ayat 4:72

وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًا

Dan sesungguhnya di antara kalian ada yang sangat memperlambat diri; maka jika musibah menimpa kalian, ia berkata, “Sungguh Allah telah menganugerahi nikmat kepadaku karena aku tidak bersama mereka.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّwa-inna minkum la-man la-yubaththi'annadan sesungguhnya di antara kalian ada yang sangat memperlambat diri
  2. فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًاfa-in ashaabatkum mushiibatun qaala qad an'ama llaahu 'alayya idz lam akun ma'ahum syahiidanmaka jika musibah menimpa kalian, ia berkata, sungguh Allah telah menganugerahi nikmat kepadaku karena aku tidak bersama mereka

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. مِنْكُمْminkumdari kalian
  3. لَمَنْla-mansungguh siapa
  4. لَيُبَطِّئَنَّla-yubaththi'annasungguh ia akan memperlambat
  5. فَإِنْfa-inmaka jika
  6. أَصَابَتْكُمْashaabatkummenimpa kalian
  7. مُصِيبَةٌmushiibatunmusibah
  8. قَالَqaalaberkata
  9. قَدْqadsungguh
  10. أَنْعَمَan'amamemberi nikmat
  11. اللَّهُllaahuAllah
  12. عَلَيَّ'alayyaatasku
  13. إِذْidzketika
  14. لَمْlamtidak
  15. أَكُنْakunaku adalah
  16. مَعَهُمْma'ahumbersama mereka
  17. شَهِيدًاsyahiidansaksi

Inti bacaan

Sikap oportunis: 'sangat memperlambat diri' saat berbahaya, lalu mengklaim bersyukur 'tidak bersama mereka' saat musibah menimpa yang lain, pengecut yang membingkai penghindaran sebagai nikmat, bukan pengakuan ketakutan. Konkretnya: waspadai kecenderungan membingkai penghindaran tanggung jawab sebagai 'keberuntungan', kejujuran mengakui rasa takut lebih sehat daripada menyamarkannya sebagai nikmat yang disyukuri.

Penjelasan pilihan kata

Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, dikonfirmasi verba 'qaala' (akar q-w-l) via morfologi.

Tafsiran

Ayat ini mengecam sikap oportunis yang bersyukur atas ketidakhadirannya saat musibah menimpa saudaranya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka ada di antara kalian. Bukan di luar barisan. Yang memperlambat diri terdaftar sebagai bagian dari kelompok.
  • Allah merekam ia menyebut ketidakhadirannya sebagai nikmat. Memakai nama-Nya. Ketakutan dibungkus dengan syukur, dan bungkusnya diambil dari agama.
  • Kata yang dipakai sangat memperlambat diri. Bukan menolak berangkat. Yang digambarkan gerakan yang tak pernah selesai, bukan penolakan terbuka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-t-a, s-w-b, q-w-l, n-'-m, a-l-h, k-w-n, sh-h-d): la-yubatti'anna diterjemahkan 'sangat memperlambat diri'; musiibah diterjemahkan 'musibah'. gloss '(ke medan pertempuran)' dibuang.

Ayat 4:73

وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا

Sungguh, jika kalian mendapat karunia dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan rasa sayang antara kalian dengan dia, “Aduhai, sekiranya aku dahulu bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌwa-la-in ashaabakum fadhlun mina llaahi la-yaquulanna ka-an lam takun baynakum wa-baynahu mawaddatunsungguh, jika kalian mendapat karunia dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan rasa sayang antara kalian dengan dia
  2. يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًاyaa laytanii kuntu ma'ahum fa-afuuza fawzan 'azhiimanaduhai, sekiranya aku dahulu bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
  2. أَصَابَكُمْashaabakummenimpa kalian
  3. فَضْلٌfadhlunkarunia
  4. مِنَminadari
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. لَيَقُولَنَّla-yaquulannasungguh ia akan berkata
  7. كَأَنْka-anseakan-akan
  8. لَمْlamtidak
  9. تَكُنْtakunadalah
  10. بَيْنَكُمْbaynakumdi antara kalian
  11. وَبَيْنَهُwa-baynahudan antaranya
  12. مَوَدَّةٌmawaddatunkasih sayang
  13. يَاyaawahai
  14. لَيْتَنِيlaytaniiaduhai sekiranya aku
  15. كُنْتُkuntuaku adalah
  16. مَعَهُمْma'ahumbersama mereka
  17. فَأَفُوزَfa-afuuzamaka aku beruntung
  18. فَوْزًاfawzankemenangan
  19. عَظِيمًا'azhiimanyang besar

Inti bacaan

Kontras dengan 4:72: yang sama juga mengklaim seolah tak pernah ada 'hubungan rasa sayang' saat orang lain mendapat kemenangan, lalu menyesal tidak ikut serta, inkonsistensi sikap yang mengungkap motif sebenarnya (ingin untung tanpa risiko). Konkretnya: mengenali pola orang (atau diri sendiri) yang hanya ingin berbagi keuntungan tanpa pernah menanggung risiko, kesetiaan sejati diukur dari kehadiran saat sulit, bukan hanya saat menguntungkan.

Penjelasan pilihan kata

Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, dikonfirmasi verba 'la-yaquulanna' (akar q-w-l) via morfologi. Tambahan kurung '(kemenangan)' dan '(pula)' tidak dipakai.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan kecaman terhadap sikap oportunis yang menyesal ketidakhadirannya saat melihat kemenangan orang lain.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menggambarkan ucapannya berubah begitu yang datang karunia. Yang tadi menjauh kini menyesal tak ikut. Sikap yang mengikuti hasil memperlihatkan dirinya paling jelas ketika hasilnya berubah.
  • Allah menyisipkan keterangan bahwa ia berbicara seakan tak pernah ada hubungan rasa sayang. Padahal ada. Hubungan yang diputus dan disambung menurut untung memang tidak pernah benar-benar tersambung.
  • Allah merekam penyesalannya berbunyi tentang kemenangan yang agung, bukan tentang kehilangan kawan. Yang disesali bagiannya. Penyesalan yang menyebut untung sendiri menerangkan mengapa ia tak ikut sejak awal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

verba wadda (cabang 'ingin') = pemakaian diteruskan terjemahan lain; kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; lih. kerangka utk dua-cabang akar. Konvensi wdd: waduud diterjemahkan 'penyayang' (takrif 'Sang Penyayang' 85:14); mawaddah/wudd diterjemahkan 'rasa sayang'; yuwaadduuna diterjemahkan 'saling menyayangi'; wadda (ingin) diterjemahkan pemakaian diteruskan (cabang keinginan); Wadd 71:23=nama. Registri kolisi kasih: pengasih=rahiim, penyayang=waduud, iba=ra'uuf, rahmat=rahmah, cinta=h-b-b (belum dibedah), sayang=w-d-d.