وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّ فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًا

Dan sesungguhnya di antara kalian ada yang sangat memperlambat diri; maka jika musibah menimpa kalian, ia berkata, “Sungguh Allah telah menganugerahi nikmat kepadaku karena aku tidak bersama mereka.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنَّ مِنْكُمْ لَمَنْ لَيُبَطِّئَنَّwa-inna minkum la-man la-yubaththi'annadan sesungguhnya di antara kalian ada yang sangat memperlambat diri
  2. فَإِنْ أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَالَ قَدْ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيَّ إِذْ لَمْ أَكُنْ مَعَهُمْ شَهِيدًاfa-in ashaabatkum mushiibatun qaala qad an'ama llaahu 'alayya idz lam akun ma'ahum syahiidanmaka jika musibah menimpa kalian, ia berkata, sungguh Allah telah menganugerahi nikmat kepadaku karena aku tidak bersama mereka

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. مِنْكُمْminkumdari kalian
  3. لَمَنْla-mansungguh siapa
  4. لَيُبَطِّئَنَّla-yubaththi'annasungguh ia akan memperlambat
  5. فَإِنْfa-inmaka jika
  6. أَصَابَتْكُمْashaabatkummenimpa kalian
  7. مُصِيبَةٌmushiibatunmusibah
  8. قَالَqaalaberkata
  9. قَدْqadsungguh
  10. أَنْعَمَan'amamemberi nikmat
  11. اللَّهُllaahuAllah
  12. عَلَيَّ'alayyaatasku
  13. إِذْidzketika
  14. لَمْlamtidak
  15. أَكُنْakunaku adalah
  16. مَعَهُمْma'ahumbersama mereka
  17. شَهِيدًاsyahiidansaksi

Inti bacaan

Sikap oportunis: 'sangat memperlambat diri' saat berbahaya, lalu mengklaim bersyukur 'tidak bersama mereka' saat musibah menimpa yang lain, pengecut yang membingkai penghindaran sebagai nikmat, bukan pengakuan ketakutan. Konkretnya: waspadai kecenderungan membingkai penghindaran tanggung jawab sebagai 'keberuntungan', kejujuran mengakui rasa takut lebih sehat daripada menyamarkannya sebagai nikmat yang disyukuri.

Penjelasan pilihan kata

Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, dikonfirmasi verba 'qaala' (akar q-w-l) via morfologi.

Tafsiran

Ayat ini mengecam sikap oportunis yang bersyukur atas ketidakhadirannya saat musibah menimpa saudaranya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka ada di antara kalian. Bukan di luar barisan. Yang memperlambat diri terdaftar sebagai bagian dari kelompok.
  • Allah merekam ia menyebut ketidakhadirannya sebagai nikmat. Memakai nama-Nya. Ketakutan dibungkus dengan syukur, dan bungkusnya diambil dari agama.
  • Kata yang dipakai sangat memperlambat diri. Bukan menolak berangkat. Yang digambarkan gerakan yang tak pernah selesai, bukan penolakan terbuka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-t-a, s-w-b, q-w-l, n-'-m, a-l-h, k-w-n, sh-h-d): la-yubatti'anna diterjemahkan 'sangat memperlambat diri'; musiibah diterjemahkan 'musibah'. gloss '(ke medan pertempuran)' dibuang.