وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا
Sungguh, jika kalian mendapat karunia dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan rasa sayang antara kalian dengan dia, “Aduhai, sekiranya aku dahulu bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَئِنْ أَصَابَكُمْ فَضْلٌ مِنَ اللَّهِ لَيَقُولَنَّ كَأَنْ لَمْ تَكُنْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُ مَوَدَّةٌwa-la-in ashaabakum fadhlun mina llaahi la-yaquulanna ka-an lam takun baynakum wa-baynahu mawaddatunsungguh, jika kalian mendapat karunia dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan rasa sayang antara kalian dengan dia
- يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًاyaa laytanii kuntu ma'ahum fa-afuuza fawzan 'azhiimanaduhai, sekiranya aku dahulu bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
- أَصَابَكُمْashaabakummenimpa kalian
- فَضْلٌfadhlunkarunia
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- لَيَقُولَنَّla-yaquulannasungguh ia akan berkata
- كَأَنْka-anseakan-akan
- لَمْlamtidak
- تَكُنْtakunadalah
- بَيْنَكُمْbaynakumdi antara kalian
- وَبَيْنَهُwa-baynahudan antaranya
- مَوَدَّةٌmawaddatunkasih sayang
- يَاyaawahai
- لَيْتَنِيlaytaniiaduhai sekiranya aku
- كُنْتُkuntuaku adalah
- مَعَهُمْma'ahumbersama mereka
- فَأَفُوزَfa-afuuzamaka aku beruntung
- فَوْزًاfawzankemenangan
- عَظِيمًا'azhiimanyang besar
Inti bacaan
Kontras dengan 4:72: yang sama juga mengklaim seolah tak pernah ada 'hubungan rasa sayang' saat orang lain mendapat kemenangan, lalu menyesal tidak ikut serta, inkonsistensi sikap yang mengungkap motif sebenarnya (ingin untung tanpa risiko). Konkretnya: mengenali pola orang (atau diri sendiri) yang hanya ingin berbagi keuntungan tanpa pernah menanggung risiko, kesetiaan sejati diukur dari kehadiran saat sulit, bukan hanya saat menguntungkan.
Penjelasan pilihan kata
Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, dikonfirmasi verba 'la-yaquulanna' (akar q-w-l) via morfologi. Tambahan kurung '(kemenangan)' dan '(pula)' tidak dipakai.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan kecaman terhadap sikap oportunis yang menyesal ketidakhadirannya saat melihat kemenangan orang lain.
Renungan dan Hikmah
- Allah menggambarkan ucapannya berubah begitu yang datang karunia. Yang tadi menjauh kini menyesal tak ikut. Sikap yang mengikuti hasil memperlihatkan dirinya paling jelas ketika hasilnya berubah.
- Allah menyisipkan keterangan bahwa ia berbicara seakan tak pernah ada hubungan rasa sayang. Padahal ada. Hubungan yang diputus dan disambung menurut untung memang tidak pernah benar-benar tersambung.
- Allah merekam penyesalannya berbunyi tentang kemenangan yang agung, bukan tentang kehilangan kawan. Yang disesali bagiannya. Penyesalan yang menyebut untung sendiri menerangkan mengapa ia tak ikut sejak awal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
verba wadda (cabang 'ingin') = pemakaian diteruskan terjemahan lain; kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; lih. kerangka utk dua-cabang akar. Konvensi wdd: waduud diterjemahkan 'penyayang' (takrif 'Sang Penyayang' 85:14); mawaddah/wudd diterjemahkan 'rasa sayang'; yuwaadduuna diterjemahkan 'saling menyayangi'; wadda (ingin) diterjemahkan pemakaian diteruskan (cabang keinginan); Wadd 71:23=nama. Registri kolisi kasih: pengasih=rahiim, penyayang=waduud, iba=ra'uuf, rahmat=rahmah, cinta=h-b-b (belum dibedah), sayang=w-d-d.