فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۚ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Oleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat berperang di jalan Allah! Siapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِfa-l-yuqaatil fii sabiili llaahi lladziina yasyruuna l-hayaata d-dunyaa bi-l-aakhiratioleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat berperang di jalan Allah
- وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًاwa-man yuqaatil fii sabiili llaahi fa-yuqtal aw yaghlib fa-sawfa nu'tiihi ajran 'azhiimansiapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan, niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang agung
Terjemahan per kata (21 kata)
- فَلْيُقَاتِلْfa-l-yuqaatilmaka hendaklah ia berperang
- فِيfiidi
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يَشْرُونَyasyruunamereka menjual
- الْحَيَاةَl-hayaatakehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُقَاتِلْyuqaatilberperang
- فِيfiidi
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- فَيُقْتَلْfa-yuqtalmaka terbunuh
- أَوْawatau
- يَغْلِبْyaghlibmenang
- فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
- نُؤْتِيهِnu'tiihiKami memberinya
- أَجْرًاajranupah
- عَظِيمًا'azhiimanyang besar
Inti bacaan
Perintah tegas kepada yang 'membeli kehidupan dunia dengan akhirat' untuk berperang menegaskan bahwa keputusan besar (dalam hidup, bukan hanya perang) menuntut kejelasan prioritas, memilih nilai jangka panjang di atas kenyamanan sesaat. Konkretnya: keputusan berat yang menuntut pengorbanan (karier, kenyamanan, keamanan) demi prinsip yang lebih besar adalah pilihan yang menuntut kejelasan tentang apa yang sebenarnya lebih dihargai, kesenangan sesaat atau nilai jangka panjang.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(kehidupan)' tidak dipakai: redundan dengan 'akhirat' yang sudah bermakna lengkap.
Tafsiran
Ayat ini menyerukan perjuangan di jalan Allah bagi mereka yang mengutamakan akhirat atas dunia.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka membeli kehidupan akhirat dengan dunia. Bahasa jual beli. Yang diserahkan disebut harga, dan itu membuat perkaranya terasa sebagai pilihan, bukan pengorbanan.
- Dua kemungkinan disebut: gugur atau menang. Dua-duanya. Yang menentukan pahalanya bukan hasilnya, dan itu dinyatakan sebelum keberangkatan.
- Allah menutup dengan menyebut Dia akan menganugerahkan pahala yang besar. Untuk kedua kemungkinan tadi. Yang gugur tak disebut menerima lebih sedikit.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.