فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۚ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Oleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat berperang di jalan Allah! Siapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِfa-l-yuqaatil fii sabiili llaahi lladziina yashruuna l-hayaata d-dunyaa bi-l-aakhiratioleh karena itu, hendaklah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat berperang di jalan Allah
- وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًاwa-man yuqaatil fii sabiili llaahi fa-yuqtal aw yaghlib fa-sawfa nu'tiihi ajran azhiimansiapa yang berperang di jalan Allah dan gugur atau memperoleh kemenangan, niscaya kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang agung
Catatan pilihan kata (ringkas)
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'And let fight in the cause of God those who sell the life of this world for the Hereafter; and whoso fights in the cause of God, be he killed or victorious, We will bestow upon him a great reward.' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.
Aplikasi
Perintah tegas kepada yang 'membeli kehidupan dunia dengan akhirat' untuk berperang menegaskan bahwa keputusan besar (dalam hidup, bukan hanya perang) menuntut kejelasan prioritas, memilih nilai jangka panjang di atas kenyamanan sesaat. Konkretnya: keputusan berat yang menuntut pengorbanan (karier, kenyamanan, keamanan) demi prinsip yang lebih besar adalah pilihan yang menuntut kejelasan tentang apa yang sebenarnya lebih dihargai, kesenangan sesaat atau nilai jangka panjang.