وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا
Dan mengapa kalian tidak berperang di jalan Allah, serta membela orang-orang yang tertindas dari kalangan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang berkata, “Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim, dan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang pelindung, dan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang penolong”?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِwa-maa lakum laa tuqaatiluuna fii sabiili llaahi wa-l-mustad'afiina mina r-rijaali wa-n-nisaa'i wa-l-wildaanidan mengapa kalian tidak berperang di jalan Allah, serta membela orang-orang yang tertindas dari kalangan laki-laki, perempuan, dan anak-anak
- الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَاalladziina yaquuluuna rabbanaa akhrijnaa min haadzihi l-qaryati zh-zhaalimi ahluhaayang berkata, Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya zalim
- وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًاwa-j'al lanaa min ladunka waliyyan wa-j'al lanaa min ladunka nasiirandan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang pelindung, dan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang penolong
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-t-l, s-b-l, a-l-h, d-'-f, r-j-l, n-s-w, w-l-d, q-w-l, r-b-b, kh-r-j, q-r-y, zh-l-m, a-h-l, j-'-l, l-d-n, w-l-y, n-s-r): mustad'afiin diterjemahkan 'orang-orang yang tertindas'; walii/nasiir diterjemahkan 'pelindung/penolong'. ⚠ PENTING: gloss terjemahan lain '(Makkah)' pada 'negeri ini' DIBUANG, teks berkata 'haadhihi l-qaryah' (negeri ini), tanpa nama.
Aplikasi
Pertanyaan retoris 'mengapa kalian tidak berperang... demi yang tertindas' menempatkan pembelaan terhadap yang lemah (laki-laki, perempuan, anak-anak) sebagai motivasi utama, bukan sekadar loyalitas kelompok atau kepentingan politik. Konkretnya: memperjuangkan keadilan bagi yang tertindas (bukan sekadar membela kelompok sendiri) adalah motivasi yang secara eksplisit ditegaskan sebagai alasan sah untuk bertindak tegas, solidaritas dengan yang lemah melampaui batas kelompok.