الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kufur berperang di jalan tagut; maka perangilah kawan-kawan setan; sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِalladziina aamanuu yuqaatiluuna fii sabiili llaahi wa-lladziina kafaruu yuqaatiluuna fii sabiili th-thaaghuutiorang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kufur berperang di jalan tagut
  2. فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًاfa-qaatiluu awliyaa'a sy-syaythaani inna kayda sy-syaythaani kaana dha'iifanmaka perangilah kawan-kawan setan, sesungguhnya tipu daya setan itu lemah

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. آمَنُواaamanuuberiman
  3. يُقَاتِلُونَyuqaatiluunamereka berperang
  4. فِيfiidi
  5. سَبِيلِsabiilijalan
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  8. كَفَرُواkafaruukufur
  9. يُقَاتِلُونَyuqaatiluunamereka berperang
  10. فِيfiidi
  11. سَبِيلِsabiilijalan
  12. الطَّاغُوتِth-thaaghuutitagut
  13. فَقَاتِلُواfa-qaatiluumaka perangilah kalian
  14. أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
  15. الشَّيْطَانِsy-syaythaanisetan
  16. إِنَّinnasesungguhnya
  17. كَيْدَkaydatipu daya
  18. الشَّيْطَانِsy-syaythaanisetan
  19. كَانَkaanaadalah
  20. ضَعِيفًاdha'iifanyang lemah

Inti bacaan

Kontras tegas: orang beriman berperang 'di jalan Allah', orang ingkar berperang 'di jalan tagut', penegasan bahwa perjuangan yang sama-sama intens bisa memiliki arah fundamental berbeda. Ditutup dengan jaminan: 'tipu daya setan itu lemah', dorongan tidak gentar menghadapi kekuatan yang tampak besar. Konkretnya: mengukur arah perjuangan (bukan sekadar intensitasnya) adalah yang membedakan nilai sejati suatu usaha, sekaligus keyakinan bahwa kekuatan destruktif yang tampak menakutkan sebenarnya rapuh secara fundamental.

Tafsiran

Ayat ini membedakan tujuan perjuangan dua golongan, menegaskan bahwa kekuatan setan pada dasarnya lemah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata yang sama untuk kedua pihak: berperang. Yang berbeda jalannya. Kesungguhan yang setara bisa mengarah ke dua tempat yang bertolak belakang.
  • Yang disebut lawan kawan-kawan setan. Sebutan itu dipilih. Mereka diberi nama menurut siapa yang mereka ikuti, bukan menurut kelompoknya.
  • Allah menutup dengan menyebut tipu daya setan itu lemah. Sesudah perintah memerangi. Yang ditakuti diperkecil justru di kalimat terakhir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, q-t-l, s-b-l, a-l-h, k-f-r, t-gh-y, w-l-y, sh-t-n, k-y-d, k-w-n, d-'-f): sabiil at-taaghuut diterjemahkan 'jalan tagut' (akar t-gh-y putaran 124); awliyaa' ash-shaytaan diterjemahkan 'kawan-kawan setan'; kayd diterjemahkan 'tipu daya'; da'iif diterjemahkan 'lemah'. Selaras.