أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
Di mana pun kalian berada, kematian akan menyusul kalian, meskipun kalian berada di benteng yang kokoh. Dan jika kebaikan menimpa mereka, mereka berkata, “Ini dari sisi Allah,” dan jika keburukan menimpa mereka, mereka berkata, “Ini dari sisimu.” Katakanlah, “Semua dari sisi Allah.” Maka mengapa kaum ini hampir tidak memahami tuturan?
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍaynamaa takuunuu yudrikkumu l-mawtu wa-law kuntum fii buruujin musyayyadatindi mana pun kalian berada, kematian akan menyusul kalian, meskipun kalian berada di benteng yang kokoh
- وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِwa-in tushibhum hasanatun yaquuluu haadzihi min 'indi llaahidan jika kebaikan menimpa mereka, mereka berkata, ini dari sisi Allah
- وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَwa-in tushibhum sayyi'atun yaquuluu haadzihi min 'indikadan jika keburukan menimpa mereka, mereka berkata, ini dari sisimu
- قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِqul kullun min 'indi llaahikatakanlah, semua dari sisi Allah
- فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًاfa-maali haa'ulaa'i l-qawmi laa yakaaduuna yafqahuuna hadiitsanmaka mengapa kaum ini hampir tidak memahami tuturan
Terjemahan per kata (36 kata)
- أَيْنَمَاaynamaadi mana pun
- تَكُونُواtakuunuukalian menjadi
- يُدْرِكْكُمُyudrikkumumenimpa kalian
- الْمَوْتُl-mawtukematian
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- فِيfiidalam
- بُرُوجٍburuujingugusan bintang
- مُشَيَّدَةٍmusyayyadatinyang tinggi
- وَإِنْwa-indan jika
- تُصِبْهُمْtushibhummenimpa mereka
- حَسَنَةٌhasanatunkebaikan
- يَقُولُواyaquuluumereka berkata
- هَٰذِهِhaadzihiini
- مِنْmindari
- عِنْدِ'indisisi
- اللَّهِllaahiAllah
- وَإِنْwa-indan jika
- تُصِبْهُمْtushibhummenimpa mereka
- سَيِّئَةٌsayyi'atunkeburukan
- يَقُولُواyaquuluumereka berkata
- هَٰذِهِhaadzihiini
- مِنْmindari
- عِنْدِكَ'indikadi sisimu
- قُلْqulkatakanlah
- كُلٌّkullunmasing-masing
- مِنْmindari
- عِنْدِ'indisisi
- اللَّهِllaahiAllah
- فَمَالِfa-maalimaka mengapa
- هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
- الْقَوْمِl-qawmikaum
- لَاlaatidak
- يَكَادُونَyakaaduunamereka hampir
- يَفْقَهُونَyafqahuunamereka memahami
- حَدِيثًاhadiitsanperkataan
Inti bacaan
Penegasan bahwa kematian akan 'menyusul' di mana pun, bahkan di 'benteng kokoh', membongkar ilusi bahwa perlindungan fisik bisa menghindarkan dari takdir, sementara kritik terhadap yang menyalahkan pihak lain ('ini dari sisi engkau') atas keburukan menunjukkan pola menghindari tanggung jawab personal. Konkretnya: berhenti mencari kambing hitam eksternal atas kesulitan yang menimpa (terutama yang berasal dari pilihan sendiri), kejujuran mengakui sumber keburukan (sering dari diri sendiri) lebih produktif daripada menyalahkan orang lain.
Tafsiran
Ayat ini mengoreksi kekeliruan mereka yang menisbahkan kebaikan kepada Allah namun keburukan kepada Nabi, menegaskan bahwa keduanya sama-sama berasal dari ketetapan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kematian menyusul di mana pun, meski di benteng yang kokoh. Yang paling aman disebut. Perlindungan yang paling kuat pun tidak menahan hal yang satu itu.
- Allah merekam mereka menyebut kebaikan dari sisi Allah dan keburukan dari sisi Rasul. Satu peristiwa dua penjelasan. Yang menentukan bukan kejadiannya, melainkan apakah ia menyenangkan.
- Allah menyuruh menjawab semuanya dari sisi-Nya. Keduanya. Pemisahan yang mereka buat dihapus dengan satu kalimat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
hadiithan diterjemahkan 'pernyataan ini' (bukan 'hadits' transliterasi), BERBEDA dari 12 ayat kelompok-hadits (lih. HDV di atas): di sini konteksnya jelas 'perkataan/pernyataan umum' (bukan Qur'an-menamai-dirinya), konsisten dossier HDV yg mencatat 4:78 sbg salah satu pemakaian hadiith generik. Pembeda ini sendiri BUKTI kehati-hatian: kata sama, sense beda, terjemahan ikut beda sesuai konteks (bukan template buta). ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan), memakai 'Tuhan' utk Allaah (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan.