مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Kebaikan apa pun yang menimpamu, ia dari Allah; dan keburukan apa pun yang menimpamu, ia dari dirimu sendiri. Dan Kami mengutusmu kepada manusia sebagai Rasul; dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَmaa asaabaka min hasanatin fa-mina llaahi wa-maa asaabaka min sayyi'atin fa-min nafsikakebaikan apa pun yang menimpamu, ia dari Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, ia dari dirimu sendiri
  2. وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًاwa-arsalnaaka li-n-naasi rasuulan wa-kafaa billaahi shahiidandan Kami mengutusmu kepada manusia sebagai Rasul, dan cukuplah Allah sebagai saksi
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar s-w-b, h-s-n, a-l-h, s-w-a, n-f-s, r-s-l, n-w-s, k-f-y, sh-h-d): hasanah/sayyi'ah diterjemahkan 'kebaikan/keburukan'; min nafsik diterjemahkan 'dari dirimu'; kafaa bi-llaah shahiidan diterjemahkan 'cukuplah Allah sebagai saksi'. gloss dibuang.

Aplikasi

Prinsip akuntabilitas personal ditegaskan tajam: 'keburukan yang menimpamu, ia dari dirimu sendiri', pengingat bahwa kesalahan personal tidak bisa dialihkan ke sumber eksternal, meski kebaikan diakui datang dari karunia yang lebih besar. Konkretnya: bertanggung jawab penuh atas kesalahan sendiri (tanpa menyalahkan keadaan/orang lain) sambil tetap bersyukur atas kebaikan yang diterima adalah keseimbangan akuntabilitas yang sehat, kredit untuk yang baik dibagikan, tanggung jawab untuk yang buruk dipikul sendiri.