مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Kebaikan apa pun yang menimpamu, ia dari Allah; dan keburukan apa pun yang menimpamu, ia dari dirimu sendiri. Dan Kami mengutusmu kepada manusia sebagai Rasul; dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَmaa ashaabaka min hasanatin fa-mina llaahi wa-maa ashaabaka min sayyi'atin fa-min nafsikakebaikan apa pun yang menimpamu, ia dari Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, ia dari dirimu sendiri
  2. وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًاwa-arsalnaaka li-n-naasi rasuulan wa-kafaa bi-llaahi syahiidandan Kami mengutusmu kepada manusia sebagai Rasul, dan cukuplah Allah sebagai saksi

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. مَاmaaapa pun yang
  2. أَصَابَكَashaabakamenimpamu
  3. مِنْmindari
  4. حَسَنَةٍhasanatinkebaikan
  5. فَمِنَfa-minamaka di antara
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. وَمَاwa-maadan apa pun yang
  8. أَصَابَكَashaabakamenimpamu
  9. مِنْmindari
  10. سَيِّئَةٍsayyi'atinkeburukan
  11. فَمِنْfa-minmaka dari
  12. نَفْسِكَnafsikadirimu
  13. وَأَرْسَلْنَاكَwa-arsalnaakadan Kami mengutusmu
  14. لِلنَّاسِli-n-naasikepada manusia
  15. رَسُولًاrasuulanseorang rasul
  16. وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
  17. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  18. شَهِيدًاsyahiidansaksi

Inti bacaan

Prinsip akuntabilitas personal ditegaskan tajam: 'keburukan yang menimpamu, ia dari dirimu sendiri', pengingat bahwa kesalahan personal tidak bisa dialihkan ke sumber eksternal, meski kebaikan diakui datang dari karunia yang lebih besar. Konkretnya: bertanggung jawab penuh atas kesalahan sendiri (tanpa menyalahkan keadaan/orang lain) sambil tetap bersyukur atas kebaikan yang diterima adalah keseimbangan akuntabilitas yang sehat, kredit untuk yang baik dibagikan, tanggung jawab untuk yang buruk dipikul sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menempatkan tanggung jawab keburukan pada diri manusia sendiri, sekaligus menegaskan kerasulan Nabi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membagi dua asal: kebaikan dari-Nya, keburukan dari dirimu sendiri. Dua arah. Pembagian itu tak menyisakan pihak ketiga untuk disalahkan.
  • Kata yang dipakai sama untuk keduanya: menimpamu. Datang tanpa diminta. Yang berbeda bukan cara datangnya, melainkan dari mana ia berasal.
  • Allah menutup dengan cukuplah Allah sebagai saksi. Sesudah menyebut kerasulan. Yang menyaksikan disebut sesudah yang diutus, bukan sebelumnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-w-b, h-s-n, a-l-h, s-w-a, n-f-s, r-s-l, n-w-s, k-f-y, sh-h-d): hasanah/sayyi'ah diterjemahkan 'kebaikan/keburukan'; min nafsik diterjemahkan 'dari dirimu'; kafaa bi-llaah shahiidan diterjemahkan 'cukuplah Allah sebagai saksi'.