وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

Dan mereka berkata, “Taat.” Tetapi apabila mereka pergi dari sisimu, segolongan dari mereka mengatur pada malam hari selain apa yang engkau katakan; dan Allah mencatat apa yang mereka atur pada malam hari; maka berpalinglah dari mereka, dan bertawakallah kepada Allah; dan cukuplah Allah sebagai wakil.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَيَقُولُونَ طَاعَةٌwa-yaquuluuna thaa'atundan mereka berkata, taat
  2. فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُfa-idzaa barazuu min 'indika bayyata thaa'ifatun minhum ghayra lladzii taquulutetapi apabila mereka pergi dari sisimu, segolongan dari mereka mengatur pada malam hari selain apa yang engkau katakan
  3. وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًاwa-llaahu yaktubu maa yubayyituuna fa-a'ridh 'anhum wa-tawakkal 'alaa llaahi wa-kafaa bi-llaahi wakiilandan Allah mencatat apa yang mereka atur pada malam hari, maka berpalinglah dari mereka, dan bertawakallah kepada Allah, dan cukuplah Allah sebagai wakil

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. وَيَقُولُونَwa-yaquuluunadan mereka berkata
  2. طَاعَةٌthaa'atunketaatan
  3. فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
  4. بَرَزُواbarazuumereka tampak
  5. مِنْmindari
  6. عِنْدِكَ'indikadi sisimu
  7. بَيَّتَbayyatamerencanakan di malam hari
  8. طَائِفَةٌthaa'ifatunsegolongan
  9. مِنْهُمْminhumdari mereka
  10. غَيْرَghayraselain
  11. الَّذِيlladziiyang
  12. تَقُولُtaquuluengkau berkata
  13. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  14. يَكْتُبُyaktubumencatat
  15. مَاmaaapa yang
  16. يُبَيِّتُونَyubayyituunamereka merencanakan di malam hari
  17. فَأَعْرِضْfa-a'ridhmaka berpalinglah
  18. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  19. وَتَوَكَّلْwa-tawakkaldan bertawakallah
  20. عَلَى'alaaatas
  21. اللَّهِllaahiAllah
  22. وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
  23. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  24. وَكِيلًاwakiilanpelindung

Inti bacaan

Kemunafikan yang terungkap: mengaku 'taat' di hadapan, lalu 'mengatur pada malam hari' rencana berbeda, kesenjangan antara kata di depan dan tindakan di belakang. Respons yang dianjurkan: 'berpalinglah. bertawakallah', bukan mengejar dan membongkar setiap kebohongan, melainkan melepaskan kendali pada Allah. Konkretnya: menghadapi orang yang kata-katanya tidak sesuai tindakan diam-diam, kadang responsnya bukan konfrontasi terus-menerus, melainkan menjaga integritas diri sendiri dan melepaskan hasil pada proses yang lebih besar dari kendali pribadi.

Penjelasan pilihan kata

Kutip dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri, dikonfirmasi verba 'yaquuluuna' (akar q-w-l) via morfologi.

Tafsiran

Ayat ini mengungkap kemunafikan berupa kepatuhan lisan yang bertentangan dengan rencana tersembunyi.

Renungan dan Hikmah

  • Yang mereka ucapkan taat, dan hanya di hadapan. Kata itu direkam apa adanya. Yang menjadi soal bukan isi ucapannya, melainkan jarak antara ucapan itu dan yang terjadi sesudahnya.
  • Allah menyebut Dia mencatat apa yang mereka atur pada malam hari. Waktu dan tempatnya disebutkan. Yang dirancang justru di jam paling sepi ternyata tetap ada saksinya.
  • Allah tidak memerintahkan membongkar mereka, melainkan berpaling dan bertawakal. Perkaranya diambil alih. Orang yang sudah tahu ada yang mencatat tidak perlu menghabiskan tenaganya untuk membuktikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, t-w-', b-r-z, '-n-d, b-y-t, t-w-f, gh-y-r, a-l-h, k-t-b, '-r-d, w-k-l, k-f-y): taa'ah diterjemahkan 'taat' (akar t-w-'); bayyata diterjemahkan 'mengatur pada malam'; tawakkal alaa llaah diterjemahkan 'bertawakallah kepada Allah'; kafaa bi-llaah wakiilan diterjemahkan 'cukuplah Allah sebagai wakil', akar w-k-l (putaran 61: wakiil=yang kepadanya perkara diserahkan; tawakal menyusul ikhtiar).