وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا
Apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, mereka menyebarluaskannya. Padahal seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan pemegang urusan di antara mereka, tentulah orang-orang yang menggali kebenarannya di antara mereka akan mengetahuinya. Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentulah kalian mengikuti setan, kecuali sedikit sekali.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِwa-idzaa jaa'ahum amrun mina l-amni awi l-khawfi adzaa'uu bihiapabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, mereka menyebarluaskannya
- وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْwa-law radduuhu ilaa r-rasuuli wa-ilaa ulii l-amri minhum la-'alimahu lladziina yastanbithuunahu minhumpadahal seandainya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan pemegang urusan di antara mereka, tentulah orang-orang yang menggali kebenarannya di antara mereka akan mengetahuinya
- وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًاwa-lawlaa fadhlu llaahi 'alaykum wa-rahmatuhu la-ttaba'tumu sy-syaythaana illaa qaliilansekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentulah kalian mengikuti setan, kecuali sedikit sekali
Terjemahan per kata (30 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
- أَمْرٌamrunurusan
- مِنَminadari
- الْأَمْنِl-amnikeamanan
- أَوِawiatau
- الْخَوْفِl-khawfiketakutan
- أَذَاعُواadzaa'uumereka menyiarkan
- بِهِbihipadanya
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- رَدُّوهُradduuhumereka mengembalikannya
- إِلَىilaakepada
- الرَّسُولِr-rasuuliRasul
- وَإِلَىٰwa-ilaadan kepada
- أُولِيuliipemilik
- الْأَمْرِl-amriurusan
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- لَعَلِمَهُla-'alimahusungguh akan mengetahuinya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يَسْتَنْبِطُونَهُyastanbithuunahumereka menyimpulkannya
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
- فَضْلُfadhlukarunia
- اللَّهِllaahiAllah
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- وَرَحْمَتُهُwa-rahmatuhudan rahmat-Nya
- لَاتَّبَعْتُمُla-ttaba'tumusungguh kalian akan mengikuti
- الشَّيْطَانَsy-syaythaanasetan
- إِلَّاillaakecuali
- قَلِيلًاqaliilansedikit
Inti bacaan
Kritik terhadap penyebaran berita (keamanan/ketakutan) tanpa verifikasi ke sumber otoritatif, anjuran 'seandainya mereka menyerahkannya kepada. yang berwenang' menekankan pentingnya jalur verifikasi resmi sebelum menyebarluaskan informasi sensitif. Konkretnya: menyebarkan informasi penting (terutama yang berdampak besar/menimbulkan kepanikan) tanpa verifikasi ke sumber yang kompeten adalah pola yang dikritik di sini, kedisiplinan menahan diri sampai informasi terverifikasi adalah kebijaksanaan yang relevan hingga era informasi modern.
Penjelasan pilihan kata
'Ulii l-amri' diterjemahkan 'pemegang urusan', konsisten koreksi 4:59. Tambahan kurung '(kemenangan)', '(kekalahan)', '(pemegang kekuasaan)', '(akan dapat)', '(secara resmi)', '(Rasul dan ululamri)', dan '(di antara kalian)' seluruhnya dihapus.
Tafsiran
Ayat ini menegur kebiasaan menyebarluaskan berita sensitif tanpa verifikasi melalui otoritas yang berwenang.
Renungan dan Hikmah
- Yang disebut Allah dua: berita tentang keamanan atau ketakutan. Kabar baik disebut sejajar dengan kabar buruk. Yang menyenangkan pun bisa merusak kalau disebar sebelum diperiksa, dan justru itu yang paling jarang ditahan orang.
- Yang diminta bukan menyimpan kabar itu, melainkan menyerahkannya kepada yang berwenang memeriksa. Bukan diam, melainkan salah alamat yang dibetulkan. Menahan kabar penting sendirian bisa sama merugikannya dengan menyebarkannya, dan Allah tidak meminta keduanya.
- Yang disebut sanggup memahaminya orang-orang yang menyelidiki di antara mereka. Pengetahuan itu tersedia, tetapi lewat pemeriksaan. Yang membedakan kabar yang berguna dari kabar yang merusak sering bukan isinya, melainkan apakah ada yang sempat memeriksanya lebih dulu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kepadamu,” diterjemahkan “kepada kalian,”; “kamu.” diterjemahkan “kalian.”. Dalam ayat ini, 'rahmah' tanpa kata sandang al-.