مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا ۖ وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَا ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا

Siapa yang memberi syafaat yang baik, ia memperoleh bagian darinya; dan siapa yang memberi syafaat yang buruk, ia menanggung bagian darinya; dan Allah atas segala sesuatu pemelihara.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَاman yasyfa' syafaa'atan hasanatan yakun lahu nashiibun minhaasiapa yang memberi syafaat yang baik, ia memperoleh bagian darinya
  2. وَمَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً سَيِّئَةً يَكُنْ لَهُ كِفْلٌ مِنْهَاwa-man yasyfa' syafaa'atan sayyi'atan yakun lahu kiflun minhaadan siapa yang memberi syafaat yang buruk, ia menanggung bagian darinya
  3. وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًاwa-kaana llaahu 'alaa kulli syay'in muqiitandan Allah atas segala sesuatu pemelihara

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. مَنْmanorang yang
  2. يَشْفَعْyasyfa'memberi syafaat
  3. شَفَاعَةًsyafaa'atansyafaat
  4. حَسَنَةًhasanatankebaikan
  5. يَكُنْyakunia menjadi
  6. لَهُlahubaginya
  7. نَصِيبٌnashiibunbagian
  8. مِنْهَاminhaadarinya
  9. وَمَنْwa-mandan orang yang
  10. يَشْفَعْyasyfa'memberi syafaat
  11. شَفَاعَةًsyafaa'atansyafaat
  12. سَيِّئَةًsayyi'atankeburukan
  13. يَكُنْyakunia menjadi
  14. لَهُlahubaginya
  15. كِفْلٌkiflunbagian
  16. مِنْهَاminhaadarinya
  17. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  18. اللَّهُllaahuAllah
  19. عَلَىٰ'alaaatas
  20. كُلِّkullisegala
  21. شَيْءٍsyay'insesuatu
  22. مُقِيتًاmuqiitanYang Mahakuasa

Inti bacaan

Prinsip resiprositas moral: memberi 'syafaat' (perantaraan/dukungan) yang baik mendatangkan bagian kebaikan, yang buruk mendatangkan bagian keburukan, keterlibatan dalam memfasilitasi tindakan orang lain (bukan hanya tindakan langsung) tetap menanggung konsekuensi moral. Konkretnya: menjadi perantara atau pendukung suatu tindakan (merekomendasikan, memfasilitasi, membantu mewujudkan) membawa tanggung jawab moral yang sama seolah ikut melakukannya sendiri, kehati-hatian diperlukan bahkan dalam peran 'hanya membantu'.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa setiap perantaraan, baik atau buruk, membawa konsekuensi bagi pelakunya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua arah sekaligus: syafaat yang baik dan yang buruk. Dua-duanya berbagian. Perantaraan tak pernah berdiri netral.
  • Kata yang dipakai berbeda untuk keduanya: memperoleh bagian, menanggung bagian. Satu diterima, satu dipikul. Perbedaan kata itu sendiri yang menerangkan bedanya.
  • Allah menutup dengan menyebut diri-Nya pemelihara atas segala sesuatu. Sesudah bicara perantaraan. Yang mencatat bagian tiap orang bukan pihak yang diperantarai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar sh-f-', h-s-n, k-w-n, n-s-b, s-w-a, k-f-l, a-l-h, k-l-l, sh-y-a, q-w-t): yashfa' shafaa'ah diterjemahkan 'memberi syafaat'; muqiit diterjemahkan 'Pemelihara', BEDA dari terjemahan lain ('Maha Kuasa'); muqiit=yang memberi makan/memelihara-menjaga (sebagian penerjemah 'nourisher').