اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۗ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا
Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dia akan mengumpulkan kalian pada Hari Kebangkitan yang tidak ada keraguan padanya. Dan siapa yang lebih benar tuturannya daripada Allah?
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَallaahu laa ilaaha illaa huwaAllah, tidak ada tuhan selain Dia
- لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِla-yajma'annakum ilaa yawmi l-qiyaamati laa rayba fiihiDia akan mengumpulkan kalian pada Hari Kebangkitan yang tidak ada keraguan padanya
- وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًاwa-man ashdaqu mina llaahi hadiitsandan siapa yang lebih benar tuturannya daripada Allah
Terjemahan per kata (17 kata)
- اللَّهُallaahuAllah
- لَاlaatidak ada
- إِلَٰهَilaahatuhan
- إِلَّاillaakecuali
- هُوَhuwaDia
- لَيَجْمَعَنَّكُمْla-yajma'annakumsungguh Dia akan mengumpulkan kalian
- إِلَىٰilaapada
- يَوْمِyawmiHari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- لَاlaatidak ada
- رَيْبَraybakeraguan
- فِيهِfiihidi dalamnya
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- أَصْدَقُashdaqulebih benar
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- حَدِيثًاhadiitsanperkataan
Inti bacaan
Penegasan 'siapa yang lebih benar perkataannya daripada Allah' menempatkan wahyu sebagai standar kebenaran tertinggi yang tak tertandingi, bukan klaim otoritas kosong, melainkan diikuti keyakinan akan hari pengumpulan yang pasti. Konkretnya: memiliki standar rujukan kebenaran yang stabil dan dipercaya (bukan terus bergeser mengikuti opini yang berubah-ubah) memberi fondasi yang kokoh untuk menilai klaim-klaim lain yang bersaing.
Tafsiran
Ayat penutup segmen ini menegaskan keesaan Allah dan kepastian Hari Kebangkitan sebagai kebenaran paling mutlak.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut hari yang tidak ada keraguan padanya. Bukan hari yang pasti. Yang ditiadakan keraguannya, dan itu menyapa yang masih ragu.
- Penutupnya pertanyaan: siapa yang lebih benar tuturannya daripada Allah. Bentuk perbandingan. Yang lain tak disebut dusta, cuma disebut kalah.
- Allah menyebut keesaan-Nya lebih dahulu, baru pengumpulan. Berurutan. Siapa yang mengumpulkan disebut sebelum apa yang akan Dia kerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
hadiithan diterjemahkan 'dalam hadits' dipertahankan, di sini terjemahan ini PECAH konsisten dgn 4:78 (yg barusan pakai 'pernyataan'); 4:87 justru mempertanyakan 'siapa lbh benar hadiith-nya drpd Allah' dlm konteks yg dekat 39:23 (Qur'an sbg hadiith-terbaik), apakah 4:87 harusnya masuk kelompok-HDV (dipertahankan 'hadits') atau kelompok-generik ('pernyataan', spt 4:78)? Kedua bacaan punya alasan; belum diputuskan scr eksplisit, dicatat jujur sbg pertanyaan terbuka drpd disembunyikan. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan), memakai 'Tuhan' utk Allaah (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan.