فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا

Maka mengapa kalian menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka karena apa yang mereka usahakan? Apakah kalian hendak memberi petunjuk kepada orang yang Allah sesatkan? Dan siapa yang Allah sesatkan, engkau tidak akan menemukan jalan baginya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُواfa-maa lakum fii l-munaafiqiina fi'atayni wa-llaahu arkasahum bi-maa kasabuumaka mengapa kalian menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka karena apa yang mereka usahakan
  2. أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًاa-turiiduuna an tahduu man adhalla llaahu wa-man yudhlili llaahu fa-lan tajida lahu sabiilanapakah kalian hendak memberi petunjuk kepada orang yang Allah sesatkan, dan siapa yang Allah sesatkan, engkau tidak akan menemukan jalan baginya

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. فَمَاfa-maamaka mengapa
  2. لَكُمْlakumbagi kalian
  3. فِيfiidalam
  4. الْمُنَافِقِينَl-munaafiqiinaorang-orang munafik
  5. فِئَتَيْنِfi'ataynidua golongan
  6. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  7. أَرْكَسَهُمْarkasahummembalikkan mereka
  8. بِمَاbi-maakarena apa yang
  9. كَسَبُواkasabuumereka usahakan
  10. أَتُرِيدُونَa-turiiduunaapakah kalian menghendaki
  11. أَنْanuntuk
  12. تَهْدُواtahduukalian memberi petunjuk
  13. مَنْmanorang yang
  14. أَضَلَّadhallalebih sesat
  15. اللَّهُllaahuAllah
  16. وَمَنْwa-mandan orang yang
  17. يُضْلِلِyudhlilimenyesatkan
  18. اللَّهُllaahuAllah
  19. فَلَنْfa-lanmaka tidak akan
  20. تَجِدَtajidaengkau mendapati
  21. لَهُlahubaginya
  22. سَبِيلًاsabiilanjalan

Inti bacaan

Pertanyaan retoris tentang perpecahan pendapat soal orang munafik ('mengapa kalian dua golongan') menyoroti kesia-siaan berdebat tentang seseorang yang sudah menunjukkan pola jelas lewat tindakannya sendiri ('yang mereka usahakan'). Konkretnya: berhenti berdebat panjang tentang karakter seseorang yang sudah menunjukkan pola berulang lewat tindakan nyata, bukti perilaku konsisten lebih valid daripada perdebatan opini tentang niat mereka.

Tafsiran

Ayat ini menegur perpecahan pendapat mengenai orang-orang munafik yang telah jelas kesesatannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya mengapa mereka menjadi dua golongan. Tentang orang yang sudah jelas. Yang dipersoalkan bukan pendapatnya, melainkan bahwa masih diperdebatkan.
  • Sebabnya disebut karena apa yang mereka usahakan. Perbuatan mereka sendiri. Yang menentukan bukan keputusan dari luar.
  • Allah bertanya apakah mereka hendak memberi petunjuk kepada yang disesatkan-Nya. Bentuk pertanyaan. Yang digugat bukan niat baiknya, melainkan sanggup atau tidaknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-f-q, f-a-y, a-l-h, r-k-s, k-s-b, r-w-d, h-d-y, d-l-l, w-j-d, s-b-l): fi'atayn diterjemahkan 'dua golongan'; arkasahum diterjemahkan 'mengembalikan mereka'; adalla llaah diterjemahkan 'yang Allah sesatkan', akar d-l-l (putaran 78: idlaal Ilahi DIBATASI teks lewat urutan & sasaran). gloss '(pada kekufuran)' dibuang.