وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah Jahanam. Dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَاwa-man yaqtul mu'minan muta'ammidan fa-jazaa'uhu jahannamu khaalidan fiihaasiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya adalah Jahanam, dia kekal di dalamnya
- وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًاwa-ghadhiba llaahu 'alayhi wa-la'anahu wa-a'adda lahu 'adzaaban 'azhiimanAllah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang agung
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَقْتُلْyaqtulmembunuh
- مُؤْمِنًاmu'minanorang beriman
- مُتَعَمِّدًاmuta'ammidandengan sengaja
- فَجَزَاؤُهُfa-jazaa'uhumaka balasannya
- جَهَنَّمُjahannamuJahanam
- خَالِدًاkhaalidankekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- وَغَضِبَwa-ghadhibadan murka
- اللَّهُllaahuAllah
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- وَلَعَنَهُwa-la'anahudan melaknatnya
- وَأَعَدَّwa-a'addadan Dia menyediakan
- لَهُlahubaginya
- عَذَابًا'adzaabanazab
- عَظِيمًا'azhiimanyang besar
Inti bacaan
Konsekuensi ekstrem bagi pembunuhan sengaja terhadap sesama mukmin, kekal di neraka, dimurkai, dilaknat, menegaskan bahwa mengambil nyawa sesama dengan sengaja adalah pelanggaran paling serius dalam hierarki dosa. Konkretnya: nilai nyawa manusia ditempatkan sebagai batas paling fundamental yang tak bisa dilanggar, kesadaran akan beratnya pelanggaran ini seharusnya menjadi penghalang paling kuat terhadap kekerasan yang disengaja.
Tafsiran
Ayat ini mengancam pembunuhan seorang mukmin secara sengaja dengan hukuman terberat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menumpuk empat akibat dalam satu ayat. Jahanam, kekal, murka, laknat. Tak ada yang dikurangi.
- Kata sengaja menjadi kunci seluruh ayat. Bukan kekeliruan. Yang dihukum niatnya, bukan cuma perbuatannya.
- Azabnya disebut Allah agung, kata yang biasanya dipakai untuk kebaikan. Beratnya diukur dengan kata besar. Ukurannya dibalik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.