لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Tidak sama orang-orang mukmin yang duduk tanpa mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk. Kepada masing-masing, Allah menjanjikan yang terbaik, dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang agung.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْlaa yastawii l-qaa'iduuna mina l-mu'miniina ghayru ulii dh-dharari wa-l-mujaahiduuna fii sabiili llaahi bi-amwaalihim wa-anfusihimtidak sama orang-orang mukmin yang duduk tanpa mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya
- فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةًfadhdhala llaahu l-mujaahidiina bi-amwaalihim wa-anfusihim 'alaa l-qaa'idiina darajatanAllah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk
- وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًاwa-kullan wa'ada llaahu l-husnaa wa-fadhdhala llaahu l-mujaahidiina 'alaa l-qaa'idiina ajran 'azhiimankepada masing-masing, Allah menjanjikan yang terbaik, dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang agung
Terjemahan per kata (33 kata)
- لَاlaatidak
- يَسْتَوِيyastawiisama
- الْقَاعِدُونَl-qaa'iduunaorang-orang yang duduk
- مِنَminadari
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- غَيْرُghayrutanpa
- أُولِيuliipemilik
- الضَّرَرِdh-dharariuzur
- وَالْمُجَاهِدُونَwa-l-mujaahiduunadan orang-orang yang berjihad
- فِيfiidi
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- بِأَمْوَالِهِمْbi-amwaalihimdengan harta mereka
- وَأَنْفُسِهِمْwa-anfusihimdan diri mereka
- فَضَّلَfadhdhalamelebihkan
- اللَّهُllaahuAllah
- الْمُجَاهِدِينَl-mujaahidiinaorang-orang yang berjihad
- بِأَمْوَالِهِمْbi-amwaalihimdengan harta mereka
- وَأَنْفُسِهِمْwa-anfusihimdan diri mereka
- عَلَى'alaaatas
- الْقَاعِدِينَl-qaa'idiinaorang-orang yang duduk
- دَرَجَةًdarajatanderajat
- وَكُلًّاwa-kullandan masing-masing
- وَعَدَwa'adamenjanjikan
- اللَّهُllaahuAllah
- الْحُسْنَىٰl-husnaayang terbaik
- وَفَضَّلَwa-fadhdhaladan Dia melebihkan
- اللَّهُllaahuAllah
- الْمُجَاهِدِينَl-mujaahidiinaorang-orang yang berjihad
- عَلَى'alaaatas
- الْقَاعِدِينَl-qaa'idiinaorang-orang yang duduk
- أَجْرًاajranupah
- عَظِيمًا'azhiimanyang besar
Inti bacaan
Perbedaan derajat antara yang berjihad 'dengan harta dan jiwa' dan yang 'duduk tanpa uzur' menunjukkan bahwa pengorbanan nyata dihargai lebih tinggi, namun keduanya tetap dijanjikan 'yang terbaik', bukan salah satu dihukum. Konkretnya: pengorbanan dan keterlibatan aktif dalam memperjuangkan sesuatu yang diyakini benar dihargai lebih tinggi daripada sekadar mendukung dari kejauhan, namun dukungan pasif yang tulus (bukan karena malas) tetap punya nilai, bukan tanpa nilai sama sekali.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(tidak turut berperang)' (2×), '(pahala)', tambahan berisi istilah terlarang setara, dan '(tetapi)' seluruhnya dihapus.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan keutamaan derajat bagi yang berjihad dengan harta dan jiwa dibanding yang tidak turut serta tanpa uzur.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyisipkan tanpa mempunyai uzur pada kalimat pertama. Yang berhalangan dikeluarkan dari perbandingan sejak awal. Perbandingan yang lebih dahulu menyingkirkan yang tak berdaya tidak sedang menekan siapa pun.
- Urutan yang dipakai harta lebih dahulu, baru jiwa. Diulang begitu dua kali. Yang lebih sering diminta dan lebih sering ditahan disebut lebih dahulu.
- Sesudah membedakan derajat, Allah tetap menjanjikan kebaikan kepada keduanya. Yang duduk pun tidak dihapus. Perbedaan derajat ditegakkan tanpa mengeluarkan siapa pun dari janji.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.