فَأُولَٰئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا

Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkan mereka. Dan Allah pemaaf lagi pengampun.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَأُولَٰئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْfa-ulaa'ika 'asaa llaahu an ya'fuwa 'anhummereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkan mereka
  2. وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًاwa-kaana llaahu 'afuwwan ghafuurandan Allah pemaaf lagi pengampun

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  2. عَسَى'asaaboleh jadi
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. أَنْanbahwa
  5. يَعْفُوَya'fuwamemaafkan
  6. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  7. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. عَفُوًّا'afuwwanMaha Pemaaf
  10. غَفُورًاghafuuranpengampun

Inti bacaan

Bagi yang benar-benar tak berdaya (4:98), harapan pemaafan tetap terbuka, 'mudah-mudahan Allah memaafkannya' menunjukkan bahwa keterbatasan genuine tidak otomatis dihukum sama seperti kelalaian yang disengaja. Konkretnya: kondisi yang benar-benar di luar kendali (bukan kemalasan) layak mendapat pertimbangan pemakluman, keadilan yang penuh kasih membedakan antara ketidakmampuan tulus dan pengabaian yang disengaja.

Penjelasan pilihan kata

'Ulaa'ika' (jauh, jamak) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan 'mereka itu': draf sudah tepat.

Tafsiran

Ayat ini memberi harapan pengampunan bagi orang-orang yang benar-benar tidak berdaya tersebut.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata mudah-mudahan untuk diri-Nya sendiri. Bukan kepastian. Harapan itu dibuka, tak dijadikan jaminan.
  • Yang dimaksud mereka yang benar-benar tak berdaya. Disebut di ayat sebelumnya. Kekecualian itu diberi batas sebelum diberikan.
  • Allah menutup dengan pemaaf lagi pengampun. Dua sebutan searah. Yang membuka harapan menyebut dua kali sifat yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun”. terjemahan ini: “pemaaf lagi pengampun”, huruf kecil (keduanya indefinit), bebas “Maha”. akar '-f-w diterjemahkan “maaf”; akar gh-f-r diterjemahkan “ampun”. Bukan sewenang, ia dibumikan pada inti akarnya: menghapus vs menutupi. terjemahan lain sendiri sudah condong ke sana ('afaa diterjemahkan “maaf” 21/25; 'afuww diterjemahkan “maaf” 5/5; ghafara diterjemahkan “ampun”); konvensi kita mempertegasnya & menutup kebocorannya. “'afuwwun ghafuur” BUKAN tautologi, dan ini cermin temuan basmalah. Kalau keduanya “ampun”, ayat ini mengulang. 'afaa = MENGHAPUS (jejak dosa dilenyapkan, angin menghapus jejak kaki) + ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari paparan; mighfar = penutup kepala). diterjemahkan Allah melenyapkan jejak dosa DAN menyelubunginya. Persis logika non-redundansi yang menegakkan basmalah. Rumus ini muncul di 4 dari 5 'afuww (4:43, 4:99, 22:60, 58:2; sisanya 'afuww qadiir 4:149). Catatan jujur: akar '-f-w punya DUA CABANG, (1) menghapus diterjemahkan maaf (dominan); Dalam ayat ini, kata dari akar '-f-w dan gh-f-r sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). ampunan diturunkan: “'afaa-llaahu anka i.e. May God efface ”.