وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya akan mendapatkan di bumi tempat hijrah yang banyak dan kelapangan. Siapa yang keluar dari rumahnya untuk berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian meninggal, sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةًwa-man yuhaajir fii sabiili llaahi yajid fii l-ardhi muraaghaman katsiiran wa-sa'atansiapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya akan mendapatkan di bumi tempat hijrah yang banyak dan kelapangan
  2. وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِwa-man yakhruj min baytihi muhaajiran ilaa llaahi wa-rasuulihi tsumma yudrikhu l-mawtu fa-qad waqa'a ajruhu 'alaa llaahisiapa yang keluar dari rumahnya untuk berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian meninggal, sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah
  3. وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاwa-kaana llaahu ghafuuran rahiimandan Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (31 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. يُهَاجِرْyuhaajirberhijrah
  3. فِيfiidi
  4. سَبِيلِsabiilijalan
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. يَجِدْyajidmendapati
  7. فِيfiidi
  8. الْأَرْضِl-ardhibumi
  9. مُرَاغَمًاmuraaghamantempat berhijrah
  10. كَثِيرًاkatsiiranbanyak
  11. وَسَعَةًwa-sa'atandan keluasan
  12. وَمَنْwa-mandan orang yang
  13. يَخْرُجْyakhrujkeluar
  14. مِنْmindari
  15. بَيْتِهِbaytihirumahnya
  16. مُهَاجِرًاmuhaajiranberhijrah
  17. إِلَىilaakepada
  18. اللَّهِllaahiAllah
  19. وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
  20. ثُمَّtsummakemudian
  21. يُدْرِكْهُyudrikhumenyusulnya
  22. الْمَوْتُl-mawtukematian
  23. فَقَدْfa-qadmaka sungguh
  24. وَقَعَwaqa'ajatuh
  25. أَجْرُهُajruhupahalanya
  26. عَلَى'alaaatas
  27. اللَّهِllaahiAllah
  28. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  29. اللَّهُllaahuAllah
  30. غَفُورًاghafuuranpengampun
  31. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Janji 'tempat hijrah yang banyak dan kelapangan' bagi yang berhijrah menegaskan bahwa meninggalkan situasi buruk demi prinsip membuka peluang baru, bukan sekadar pengorbanan tanpa hasil. Konkretnya: keputusan meninggalkan situasi yang menindas/tidak sehat (pekerjaan, hubungan, lingkungan) demi integritas sering membuka peluang yang sebelumnya tak terlihat, ketakutan akan 'kehilangan' saat memutuskan pergi sering tak sebanding dengan kelapangan yang menanti.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(rezeki dan hidup)' dan '(sebelum sampai ke tempat tujuan)' tidak dipakai. Kata 'ini' setelah 'bumi' pada draf turut dihapus: tidak ada demonstrativa pada posisi tersebut menurut morfologi.

Tafsiran

Ayat penutup segmen ini menjamin pahala penuh bagi orang yang berniat hijrah, bahkan jika ajal menjemput sebelum tujuan tercapai.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian 4:97-100 melengkapi tema hijrah, dari kecaman keras bagi yang berdalih tanpa alasan sah (4:97), pengecualian bagi yang benar-benar tidak berdaya (4:98-99), hingga jaminan penuh pahala bagi yang berniat tulus meski wafat di tengah jalan (4:100).
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.