وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا

Apabila kalian bepergian di bumi, maka tidak dosa bagi kalian untuk mengqasar salat jika kalian takut diserang orang-orang yang kufur. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagi kalian.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُواwa-idzaa dharabtum fii l-ardhi fa-laysa 'alaykum junaahun an taqshuruu mina sh-shalaati in khiftum an yaftinakumu lladziina kafaruuapabila kalian bepergian di bumi, maka tidak dosa bagi kalian untuk mengqasar salat jika kalian takut diserang orang-orang yang kufur
  2. إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًاinna l-kaafiriina kaanuu lakum 'aduwwan mubiinansesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagi kalian

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. ضَرَبْتُمْdharabtumkalian bepergian
  3. فِيfiidi
  4. الْأَرْضِl-ardhibumi
  5. فَلَيْسَfa-laysamaka tidaklah
  6. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  7. جُنَاحٌjunaahundosa
  8. أَنْanuntuk
  9. تَقْصُرُواtaqshuruukalian mengqasar
  10. مِنَminadari
  11. الصَّلَاةِsh-shalaatisalat
  12. إِنْinjika
  13. خِفْتُمْkhiftumkalian takut
  14. أَنْanbahwa
  15. يَفْتِنَكُمُyaftinakumumenggoda kalian
  16. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  17. كَفَرُواkafaruukufur
  18. إِنَّinnasesungguhnya
  19. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
  20. كَانُواkaanuumereka adalah
  21. لَكُمْlakumbagi kalian
  22. عَدُوًّا'aduwwanmusuh
  23. مُبِينًاmubiinanyang nyata

Inti bacaan

Kelonggaran mengqasar salat saat bepergian dan takut diserang menunjukkan bahwa ibadah tetap fleksibel menyesuaikan kondisi darurat/keamanan, esensi dipertahankan, bentuknya disesuaikan. Konkretnya: komitmen spiritual/ritual yang sehat memiliki fleksibilitas bentuk saat kondisi keamanan/darurat menuntutnya, kekakuan yang mengabaikan konteks keselamatan bukan semangat yang diajarkan di sini.

Tafsiran

Ayat ini memberi keringanan mengqasar salat ketika bepergian, khususnya dalam situasi rawan ancaman dari pihak yang memusuhi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memberi keringanan tanpa mencabut kewajibannya. Salatnya tetap ada. Yang dipendekkan ukurannya.
  • Kata tidak dosa dipakai, bukan kata boleh. Yang dihapus rasa bersalahnya. Bukan sekadar izinnya.
  • Dua keadaan disebut bersama: bepergian dan takut diserang. Allah tidak menyebut salah satunya sendirian di ayat ini. Keringanan pun punya batas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “bagimu” diterjemahkan “bagi kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “bagimu.” diterjemahkan “bagi kalian.”. Dalam ayat ini, 'salaah' bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar').