وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Janganlah kalian merasa lemah dalam mengejar kaum itu. Jika kalian menderita kesakitan, sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana yang kalian rasakan. Kalian dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah berilmu lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِwa-laa tahinuu fii btighaa'i l-qawmijanganlah kalian merasa lemah dalam mengejar kaum itu
  2. إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَin takuunuu ta'lamuuna fa-innahum ya'lamuuna ka-maa ta'lamuunajika kalian menderita kesakitan, sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana yang kalian rasakan
  3. وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَwa-tarjuuna mina llaahi maa laa yarjuunakalian dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan
  4. وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًاwa-kaana llaahu 'aliiman hakiimandan Allah berilmu lagi penuh hikmah

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَلَاwa-laadan janganlah
  2. تَهِنُواtahinuukalian lemah
  3. فِيfiidalam
  4. ابْتِغَاءِbtighaa'imencari
  5. الْقَوْمِl-qawmikaum
  6. إِنْinjika
  7. تَكُونُواtakuunuukalian menjadi
  8. تَأْلَمُونَta'lamuunakalian merasa sakit
  9. فَإِنَّهُمْfa-innahummaka sesungguhnya mereka
  10. يَأْلَمُونَya'lamuunamereka merasa sakit
  11. كَمَاka-maasebagaimana
  12. تَأْلَمُونَta'lamuunakalian merasa sakit
  13. وَتَرْجُونَwa-tarjuunadan kalian mengharapkan
  14. مِنَminadari
  15. اللَّهِllaahiAllah
  16. مَاmaaapa yang
  17. لَاlaatidak
  18. يَرْجُونَyarjuunamereka mengharapkan
  19. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  20. اللَّهُllaahuAllah
  21. عَلِيمًا'aliimanberilmu
  22. حَكِيمًاhakiimanbijaksana

Inti bacaan

Dorongan 'jangan merasa lemah dalam mengejar' disertai pengingat bahwa musuh pun 'menderita kesakitan sebagaimana kalian rasakan', kesulitan yang dialami bukan tanda ketidakadilan unik, melainkan dialami kedua pihak dalam konflik. Konkretnya: dalam perjuangan yang sulit, mengingat bahwa pihak lawan juga menanggung kesulitan yang sama (bukan hanya diri sendiri yang menderita) bisa menjadi sumber ketahanan, penderitaan bersama tidak membenarkan menyerah lebih dulu.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(musuh kalian)' dan '(Bahkan)' tidak dipakai: rujukan 'kaum' sudah ditetapkan sebagai lawan sejak konteks peperangan pada ayat-ayat sebelumnya, tanpa perlu restitusi eksplisit.

Tafsiran

Ayat ini menyemangati orang-orang beriman untuk tidak lemah dalam menghadapi lawan, karena penderitaan bersifat timbal-balik sementara harapan kepada Allah bersifat sepihak menguntungkan mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut rasa sakit kedua pihak sama. Yang membedakan bukan penderitaannya, melainkan harapannya. Dua orang bisa memikul beban yang persis sama beratnya dan berjalan dengan cara yang sama sekali berbeda.
  • Kalimatnya mengakui bahwa pihak seberang juga menderita. Tidak ada penggambaran yang membuat mereka tampak tidak merasa apa-apa. Sebuah dorongan yang tetap mengakui kemanusiaan lawan jarang berubah menjadi kebencian.
  • Yang disebut Allah sebagai kelebihan mereka apa yang bisa mereka harapkan dari-Nya. Bukan kekuatan, bukan jumlah. Bekal yang tak kelihatan itu justru yang disebut menentukan siapa yang lebih tahan berjalan lebih lama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).