وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Janganlah kalian merasa lemah dalam mengejar kaum itu. Jika kalian menderita kesakitan, sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana yang kalian rasakan. Kalian dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah berilmu lagi penuh hikmah.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِwa-laa tahinuu fii btighaa'i l-qawmijanganlah kalian merasa lemah dalam mengejar kaum itu
- إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَin takuunuu ta'lamuuna fa-innahum ya'lamuuna kamaa ta'lamuunajika kalian menderita kesakitan, sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana yang kalian rasakan
- وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَwa-tarjuuna mina llaahi maa laa yarjuunakalian dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan
- وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًاwa-kaana llaahu aliiman hakiimandan Allah berilmu lagi penuh hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga rendering). Lih.. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).
Aplikasi
Dorongan 'jangan merasa lemah dalam mengejar' disertai pengingat bahwa musuh pun 'menderita kesakitan sebagaimana kalian rasakan', kesulitan yang dialami bukan tanda ketidakadilan unik, melainkan dialami kedua pihak dalam konflik. Konkretnya: dalam perjuangan yang sulit, mengingat bahwa pihak lawan juga menanggung kesulitan yang sama (bukan hanya diri sendiri yang menderita) bisa menjadi sumber ketahanan, penderitaan bersama tidak membenarkan menyerah lebih dulu.