وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
Siapa yang berbuat suatu kesalahan atau dosa, kemudian menuduhkannya kepada orang yang tak bersalah, sungguh, ia telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَنْ يَكْسِبْ خَطِيئَةً أَوْ إِثْمًا ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًاwa-man yaksib khatii'atan aw itsman tsumma yarmi bihi barii'an fa-qadi htamala buhtaanan wa-itsman mubiinansiapa yang berbuat suatu kesalahan atau dosa, kemudian menuduhkannya kepada orang yang tak bersalah, sungguh, ia telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar k-s-b, kh-t-a, a-ts-m, r-m-y, b-r-a, h-m-l, b-h-t, b-y-n): khatii'ah/ithm diterjemahkan 'kesalahan/dosa'; buhtaan diterjemahkan 'kebohongan (tuduhan palsu)'; ithm mubiin diterjemahkan 'dosa yang nyata'. Selaras.
Aplikasi
Konsekuensi ganda bagi yang berbuat salah LALU menuduhkannya pada orang tak bersalah, dosa asli ditambah 'kebohongan dan dosa yang nyata' dari fitnah tersebut, sebuah pelanggaran berlapis yang lebih berat. Konkretnya: menutupi kesalahan sendiri dengan menuduh orang lain (bukan mengakui kesalahan sendiri) melipatgandakan pelanggaran, bukan menghilangkannya, kejujuran mengakui kesalahan sendiri, meski sulit, secara moral lebih ringan daripada fitnah yang menyalahkan orang tak bersalah.