إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًا
Tidaklah mereka menyeru selain Dia, kecuali sesembahan yang betina, dan tidaklah mereka menyeru kecuali setan yang membangkang.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًاin yad'uuna min duunihi illaa inaatsan wa-in yad'uuna illaa shaytaanan mariidantidaklah mereka menyeru selain Dia, kecuali sesembahan yang betina, dan tidaklah mereka menyeru kecuali setan yang membangkang
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar d-'-w, d-w-n, a-n-ts, sh-t-n, m-r-d): ⚠ yad'uuna diterjemahkan 'menyeru', akar d-'-w, BUKAN 'menyembah' (terjemahan lain 'menyembah'; akar '-b-d abada berbeda dari da'aa 'memanggil/menyeru'); inaath diterjemahkan 'yang betina'; shaytaan mariid diterjemahkan 'setan yang membangkang'.
Aplikasi
Kritik terhadap yang 'menyeru' sesembahan yang sebenarnya 'setan yang membangkang' menunjukkan bahwa objek pemujaan yang salah bisa menyamar sebagai sesuatu yang tampak berbeda, padahal sumbernya sama-sama menyesatkan. Konkretnya: waspadai bahwa sumber pengaruh yang menyesatkan bisa menyamar dalam berbagai bentuk yang tampak berbeda-beda, mengenali pola dasarnya (pembangkangan terhadap kebenaran) lebih penting daripada sekadar mengenali label permukaannya.