إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًا

Tidaklah mereka menyeru selain Dia, kecuali sesembahan yang betina, dan tidaklah mereka menyeru kecuali setan yang membangkang.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا إِنَاثًا وَإِنْ يَدْعُونَ إِلَّا شَيْطَانًا مَرِيدًاin yad'uuna min duunihi illaa inaatsan wa-in yad'uuna illaa syaythaanan mariidantidaklah mereka menyeru selain Dia, kecuali sesembahan yang betina, dan tidaklah mereka menyeru kecuali setan yang membangkang

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. إِنْinjika
  2. يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
  3. مِنْmindari
  4. دُونِهِduunihiselain-Nya
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. إِنَاثًاinaatsanperempuan
  7. وَإِنْwa-indan tidaklah
  8. يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. شَيْطَانًاsyaythaanansetan
  11. مَرِيدًاmariidanyang durhaka

Inti bacaan

Kritik terhadap yang 'menyeru' sesembahan yang sebenarnya 'setan yang membangkang' menunjukkan bahwa objek pemujaan yang salah bisa menyamar sebagai sesuatu yang tampak berbeda, padahal sumbernya sama-sama menyesatkan. Konkretnya: waspadai bahwa sumber pengaruh yang menyesatkan bisa menyamar dalam berbagai bentuk yang tampak berbeda-beda, mengenali pola dasarnya (pembangkangan terhadap kebenaran) lebih penting daripada sekadar mengenali label permukaannya.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(sesembahan)' dipertahankan tanpa kurung sebagai pelengkap gramatikal wajib: 'yang betina' butuh kata benda inti dalam bahasa Indonesia, dan konteks 'yad'uuna' (menyeru/memohon) sudah menyiratkan objek sesembahan tersebut, bukan tambahan makna baru.

Tafsiran

Ayat ini mengecam penyembahan berhala sebagai sekadar menyeru sesembahan tak berdaya, yang pada hakikatnya adalah mengikuti setan pembangkang.

Renungan dan Hikmah

  • Dua kalimat ini disusun dengan bentuk yang persis sama, dan yang kedua membongkar yang pertama. Yang tampak disebut lebih dahulu, yang sebenarnya menyusul. Susunan begitu membuat pembacanya sampai sendiri pada kesimpulan, bukan diberi tahu.
  • Yang disebut Allah pada ujungnya setan yang membangkang. Bukan yang kuat, bukan yang licik. Yang dipilih justru sifat pembangkangannya, dan sifat itulah yang berpindah kepada siapa pun yang mengikutinya.
  • Allah menyatakan tak ada yang mereka seru selain itu, dan kalimatnya menutup kemungkinan lain. Sesembahan boleh berganti nama dan berganti rupa sepanjang zaman. Menurut ayat ini yang berdiri di belakangnya selalu sama saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-'-w, d-w-n, a-n-ts, sh-t-n, m-r-d): yad'uuna diterjemahkan 'menyeru', akar d-'-w, BUKAN 'menyembah' (terjemahan lain 'menyembah'; akar '-b-d abada berbeda dari da'aa 'memanggil/menyeru'); inaath diterjemahkan 'yang betina'; shaytaan mariid diterjemahkan 'setan yang membangkang'.