لَعَنَهُ اللَّهُ ۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا
Allah melaknatnya. Dan ia berkata, “Sungguh aku akan mengambil bagian yang ditetapkan dari hamba-hamba-Mu,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَعَنَهُ اللَّهُla'anahu llaahuAllah melaknatnya
- وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًاwa-qaala la-attakhidzanna min 'ibaadika nashiiban mafruudhandan ia berkata, sungguh aku akan mengambil bagian yang ditetapkan dari hamba-hamba-Mu
Terjemahan per kata (8 kata)
- لَعَنَهُla'anahumelaknatnya
- اللَّهُllaahuAllah
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- لَأَتَّخِذَنَّla-attakhidzannasungguh aku akan mengambil
- مِنْmindari
- عِبَادِكَ'ibaadikahamba-hamba-Mu
- نَصِيبًاnashiibanbagian
- مَفْرُوضًاmafruudhanyang ditetapkan
Inti bacaan
Klaim setan 'akan mengambil bagian yang ditetapkan dari hamba-hamba-Mu' menggambarkan strategi jangka panjang dan sistematis, bukan godaan spontan sesaat, sebuah pengakuan akan keseriusan ancaman yang terstruktur. Konkretnya: menyadari bahwa godaan/pengaruh buruk sering bersifat sistematis dan bertahap (bukan serangan tunggal) membantu membangun kewaspadaan jangka panjang, bukan hanya waspada sesaat.
Penjelasan pilihan kata
Kutip pernyataan setan (rujuk 'shaytaanan mariidan', 4:117) dimulai di sini via 'qaala' (dikonfirmasi morfologi root:qwl), berlanjut ke 4:119 tanpa penutup kutip dalam ayat ini, pola kutip lintas-ayat standar proyek.
Tafsiran
Ayat ini mencatat awal sumpah setan yang dilaknat Allah, berjanji akan mengambil bagian tertentu dari hamba-hamba Allah untuk disesatkan: kelanjutan sumpahnya dirinci pada 4:119.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut laknat itu sebelum mengutip sumpahnya. Urutannya bukan kebetulan. Ucapan yang dibaca sesudah diketahui kedudukan pengucapnya terdengar sama sekali berbeda dari ucapan yang dibaca lebih dahulu.
- Kata yang ia pakai bagian yang ditetapkan, seolah ia berhak atas jatah tertentu. Bahasa yang dipakai bahasa pembagian. Yang paling mengganggu dari kalimat itu bukan ancamannya, melainkan nada yakin bahwa sebagian memang akan jadi miliknya.
- Ia menyebut mereka hamba-hamba-Mu, di hadapan Allah sendiri. Kepemilikan itu diakuinya. Yang hendak diambilnya disebutnya sendiri sebagai milik pihak yang sedang ia ajak bicara, dan pengakuan itu sudah menerangkan seberapa besar peluangnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-'-n, a-l-h, q-w-l, a-kh-dz, '-b-d, n-s-b, f-r-d): la'anahu llaah diterjemahkan 'Allah melaknatnya'; nasiib mafruud diterjemahkan 'bagian yang ditetapkan'. footnote-marker dibuang.