أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًا
Mereka itu, tempat mereka Jahanam, dan mereka tidak menemukan tempat lari darinya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًاulaa'ika ma'waahum jahannamu wa-laa yajiduuna 'anhaa mahiishanmereka itu, tempat mereka Jahanam, dan mereka tidak menemukan tempat lari darinya
Terjemahan per kata (7 kata)
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- مَأْوَاهُمْma'waahumtempat tinggal mereka
- جَهَنَّمُjahannamuJahanam
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَجِدُونَyajiduunamereka mendapati
- عَنْهَا'anhaadarinya
- مَحِيصًاmahiishantempat lari
Inti bacaan
Konsekuensi final: 'tidak menemukan tempat lari darinya', penekanan bahwa konsekuensi dari mengikuti jalan yang salah pada akhirnya tak terhindarkan, tidak ada jalan keluar setelah terlambat. Konkretnya: kesadaran bahwa beberapa pilihan hidup membawa konsekuensi yang tidak bisa dihindari setelah dijalani cukup jauh mendorong evaluasi lebih dini, sebelum mencapai titik tanpa jalan kembali.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian 4:115-121 dengan menegaskan nasib akhir bagi pengikut setan: tempat kembali tanpa jalan keluar.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian panjang itu ditutup dengan menyebut tempat, bukan perasaan. Allah menamai tujuannya: Jahanam. Yang disebut alamatnya.
- Yang ditiadakan bukan hukumannya, melainkan jalan keluarnya. Tempatnya ada. Pintunya tidak.
- Kata tempat lari dipakai Allah, bukan kata ampunan. Yang mereka cari pelarian. Yang tidak ditemukan justru itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-w-y, w-j-d, h-y-s): ma'waahum diterjemahkan 'tempat mereka'; mahiis diterjemahkan 'tempat lari'. gloss '(yang tertipu)' dibuang.